LEX Indonesia Lakukan Ekspansi Infrastuktur 100 %

Kamis, 2 Juli 2015 | 17:27 WIB
CH
B
Penulis: Chiquita Olivia Riama Hutauruk | Editor: B1
Lazada melakukan media briefing berkaitan dengan LEX Indonesia di Agro Plaza, 2 Juli 2015
Lazada melakukan media briefing berkaitan dengan LEX Indonesia di Agro Plaza, 2 Juli 2015 (Beritasatu.com/Chiquita Olivia Hutauruk)

Jakarta - Lazada Indonesia mengoptimalkan kerja Lazada Express (LEX) dengan meningkatkan 100 persen titik pusat pengiriman (LEX Hubs) di seluruh Indonesia.

"Sejak berdiri pada Maret 2012, Lazada sudah mengoperasikan 20 LEX Hubs dan 6 titik satelit. Di tahun 2015 ini, kami menargetkan untuk menambah 20 LEX Hubs lagi untuk meningkatkan kecepatan layanan khususnya," jelas CEO LEX Indonesia Anand Kumar pada Beritasatu.com, Kamis (2/7).

Sampai saat ini, Hubs yang sudah beroperasi di antaranya enam Hubs di Jakarta, lima Hubs di Sumatera, enam Hubs di Jawa (selain Jakarta), satu di Bali, satu di Kalimantan, dan satu di Sulawesi. Pada setiap titik, dilakukan scaning and barcoding process untuk meningkatkan keamanan pengiriman.

Anand menjelaskan, peningkatan kualitas LEX merupakan jawaban dari tantangan besar bisnis logistik di Indonesia. Ia menyatakan, dengan penambahan dua kali lipat jumlah LEX Hubs, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengiriman sebanyak 400-500 persen.

"Sampai saat ini, 80 persen dari pengiriman paket sudah menggunakan LEX," jelas Anand.

Selain kecepatan, kata dia, keamanan dan kepuasan pelanggan merupakan hal utama yang terus dikembangkan LEX. Setiap kurir yang tergabung dalam layanan pengiriman paket sudah diberikan pelatihan khusus.

"Kami sudah memberikan pelatihan dalam mengemudi yang aman dan navigasi. Kami juga memberikan pelatihan kepada pengantar untuk bisa menjawab segala pertanyaan customer berkaitan dengan Lazada," jelasnya.

Masalah navigasi pun teratasi karena LEX memilih local driver sesuai Hub dan satelit yang dimiliki Lazada. Kini, LEX tediri dari 100 sepeda motor, 70 kendaraan roda empat dan truk, dan tenaga kerja lebih dari 200 orang dari seluruh Indonesia. Dengan peningkatan Hubs, maka dukungan ketenagakerjaan bisa meningkat hingga 300 persen.

Hal ini kemudian menjadi poin utama yang membedakan LEX dengan jasa pengiriman lainnya.

"Kita bisa katakan, jasa pengiriman LEX adalah orang-orang Lazada sendiri. So, we can control anything in one flow. Ini adalah keuntungan utama penggunaan LEX," jelas Co CEO Lazada Indonesia Alexandre Dardy.

Ia pun menambahkan, setiap pengiriman menuju Hubs dan satelit selalu dikontrol pusat, baik waktu pengiriman maupun kondisi paket.

"Salah satu misi Lazada adalah membuat pelanggan kami puas dan senang. Kami sudah cukup percaya diri dengan pengalaman kami selama tiga tahun ini yang menyediakan kecepatan pengiriman, keamanan setiap lokasi pengiriman, dan memperhatikan setiap paket sampai dengan sempurna," tutur Alexandre.

Sementara itu, Anand menjelaskan, sampai saat ini Lazada masih akan bekerjasama dengan perusahaan pengiriman lain seperti JNE, Pos, dan sebagainya. "Kami tidak memprioritaskan pengiriman menggunakan LEX. Paket dengan LEX dan non-LEX kami proses dalam waktu bersamaan. Hanya saja, yang menggunakan LEX masih dalam kontrol kami," jelasnya.

Bagi yang menggunakan jasa lain, tambahnya, keamanan barang tentunya bergantung pada sistem perusahaan yang dimaksud.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon