Tangani Pemukiman Kumuh, Kempupera Giatkan Pembangunan Sanitasi

Kamis, 2 Juli 2015 | 20:54 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Ilustrasi kawasan kumuh
Ilustrasi kawasan kumuh (Antara/Reno Esnir)

Jakarta - Sebagai upaya guna menangani pemukiman kumuh yang terdapat di berbagai daerah perkotaan di tanah air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) akan fokus dalam meningkatkan kualitas kehidupan di kawasan perkotaan.

"Penanganan permukiman kumuh menuju kota tanpa permukiman kumuh tahun 2019 difokuskan pada upaya peningkatan kualitas di kawasan perkotaan," kata Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kempupera, Rina Farida, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7).

Menurut dia, hal tersebut perlu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan perlunya upaya pencegahan dalam menyelesaikan permasalahan permukiman kumuh.

Sebagaimana diberitakan, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kempupera menggalakkan pembangunan sanitasi di wilayah kumuh sebagai upaya mencapai 100 persen akses sanitasi pada akhir tahun 2019. "Wilayah kumuh haruslah legal dan sanitasinya perlu ada," kata Dirjen Cipta Karya Andreas Suhono.

Untuk itu, ujar Andreas, juga diperlukan adanya kegiatan edukasi sehingga tercipta permukiman yang layak serta memiliki sarana air bersih yang layak untuk diminum.

Sebelumnya, Kempupera mendorong generasi muda membantu pembangunan sanitasi dalam rangka mencapai target 100 persen akses sanitasi pada akhir 2019.

"Diharapkan anak muda Indonesia sebagai 'agent of change' dapat mengembangkan dirinya untuk menjadi generasi baru yang peduli sanitasi dan menjadi pemicu bagi masyarakat luas," ujar Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Kempupera, Maliki Moersyid.

Menurut Maliki, hal tersebut karena beragam gagasan dan inovasi baru dalam memecahkan masalah sanitasi di berbagai wilayah di Indonesia diharapkan dapat dikembangkan dari kreativitas anak-anak muda.

Apalagi, tutur dia, anak muda sebagai penerus masa depan bangsa, merupakan kelompok yang memiliki potensi dan mampu menjadi agen perubahan dalam mengajak baik kepada lingkungannya maupun masyarakat luas untuk peduli terhadap sanitasi serta permukiman yang berkelanjutan.

Bangsa Indonesia, jelas dia, berkomitmen untuk menciptakan permukiman layak huni dan berkelanjutan dengan mengupayakan pembangunan prasarana dan sarana di berbagai bidang permukiman, air minum dan sanitasi.

"Namun, untuk mencapai tujuan tersebut tidak hanya masalah infrastruktur saja, tetapi perlu dukungan dari seluruh 'stakeholders' melalui berbagai kegiatan yang mendorong seluruh elemen masyarakat untuk peduli dan berperan aktif dalam menangani permasalahan yang ada saat ini," imbuhnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon