Plus Minus Pemilikan Asing (3-Habis)
Minggu, 5 Juli 2015 | 16:07 WIB
Jakarta - Perlu kah kran kepemilikan asing dibuka sebesar-besarnya? Jika membawa kemanfaatan, gagasan tersebut layak dipertimbangkan. Jika sebaliknya, gagasan tersebut sebaiknya dipikirkan ulang.
Pandangan kritis datang dari Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda. Dia menegaskan, sebelum diberlakukannya kebijakan kepemilikan asing, Indonesia harus siap dahulu dengan sistem perumahan nasional. Termasuk di dalamnya penyelesaian penyediaan public housing.
"Pemerintah perlu sadar benar bahwa dengan dibukanya kepemilikan asing, maka sebagian penerimaan dari sisi pajak dapat dipergunakan untuk penyediaan rumah murah, dengan mekanisme yang jelas. Tanpa mekanisme yang direncanakan, maka dipastikan tidak ada subsidi bantuan yang dapat membantu masyarakat menengah bawah," papar Ali.
Pemerintah, lanjut dia, harus dapat menjamin kepemilikan asing tidak akan menaikkan harga tanah, kenadati akan dilakukan zonasi. Terkait pengendalian harga tanah, pemerintah harus dapat membuat instrumen yang dapat mengendalikan harga tanah melalui bank tanah. Dengan demikian dapat meminimalisasi risiko kenaikan harga tanah yang terlalu tinggi.
Langkah-langkah nyata untuk mengendalikan pasar harus segera diantisipasi. Bila tidak ada langkah-langkah tersebut, maka pasar properti Indonesia akan bubble dalam lima tahun.
"Dan itu yang terjadi di negara-negara yang kepemilikan asingnya dibuka dalam skala luas. Mengapa di Indonesia saat ini meskipun terjadi kenaikan tanah yang tinggi namun tidak terjadi bubble? Hal ini lebih dikarenakan pasar properti Indonesia didominasi oleh pasar lokal dan bukan regional," jelas Ali.
Dengan dibukanya kepemilikan asing, maka batasan harga properti menjadi skala regional. Yang tadinya harga properti Rp 2 miliar dapat langsung terkerek naik dan memang sengaja dinaikkan menjadi Rp 5 miliar agar dapat dibeli oleh asing.
"Selisih harga itu yang merupakan indikasi awal terjadinya harga semu dan bubble. Selain itu juga rentan terhadap kondisi regional yang dapat mengakibatkan harga jatuh sewaktu-waktu bila kondisinya tidak menguntungkan," tegas Ali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




