Presiden Lebaran di Istana Bogor, Ribuan Polisi Disiagakan

Kamis, 9 Juli 2015 | 10:52 WIB
VS
B
Penulis: Vento Saudale | Editor: B1
Presiden Joko Widodo bergegas memimpin rapat terbatas kabinet di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Minggu, 15 Maret 2015.
Presiden Joko Widodo bergegas memimpin rapat terbatas kabinet di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Minggu, 15 Maret 2015. (Antara/Andika Wahyu)

Bogor - Sekitar 2.000 lebih polisi, baik di Kabupaten dan Kota Bogor dilibatkan dalam pengamanan lebaran dalam Operasi Ketupat Lodaya 2015. Istana Kepresidenan Bogor dan objek wisata sekitarnya menjadi prioritas pengamanan.

Rencananya, presiden berada di Bogor saat lebaran dan hal ini menjadikan pengamanan sekitar Istana menjadi prioritas. Komandan Militer 061 Suryakancana Kolonel (inf) Fulad menambahkan, sebanyak 60 TNI disiapkan untuk pengamanan Istana Bogor di beberapa titik.

Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, kepolisian menggelar apel pasukan, Kamis (9/7). Sebanyak 1.260 petugas gabungan (Polisi, TNI, Sat Pol PP, DLLAJ) melakukan apel persiapan di Mako Polres Kota Bogor. Kepala Kepolisian Resor Bogor Kota, Ajun Komisaris Besar (AKBP) Irsan mengatakan 1.000 personel tersebut akan di sebar ke sebelas Pos Pengamanan (pospam) dan 52 pos pengatur lalu lintas.

"Lingkungan istana tentu menjadi tanggung jawab TNI. Situasinya tidak berbeda, namun kami hanya meningkatkan kewaspadaan saja dan nantinya kami tetap berkoordinasi dengan Paspamres dan polisi," kata Irsan.

Kepolisian Resor Kabupaten Bogor menyiagakan 1.116 personel polisi. Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto menjelaskan, Kabupaten Bogor akan berkonsentrasi melakukan pengamanan jalur dan tempat wisata yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor.

Jalur Puncak menjadi prioritas pengamanan. Di jalur tersebut, disiapkan 250 personel gabungan terbagi dalam lima Pospam. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional melihat kondisi kepadatan kendaraan nantinya.

Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Bogor, akan memberlakukan pembatasan kendaraan bertonase besar melewati Jalur Puncak dan Jalur Sukabumi mulai seminggu sebelum dan seminggu sesudah lebaran. Kepada DLLAD Soebiantoro mengatakan, Pembatasan tersebut pembatasan hanya diberlakukan bagi kendaraan Non Sembako dan kendaraan yang bertonase lebih dari satu ton. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon