Korban Ledakan Pabrik Mandom Berjumlah 62 Orang
Jumat, 10 Juli 2015 | 21:42 WIB
Bekasi - Hingga Jumat (10/7) petang, jumlah karyawan luka bakar dan meninggal akibat ledakan di pabrik kosmetik PT Mandom Tbk di kawasan MM2100, Jalan Irian, Desa Jatiwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berjumlah 62 orang. Dengan rincian, lima orang meninggal dunia dan 57 orang dirawat di rumah sakit.
Berdasarkan keterangan Kabidokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol Musyafak, sebanyak 57 orang yang dirawat di rumah sakit antara lain, 20 karyawan di RS Hermina-Tambun Selatan, 21 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), 4 RS Karyamedika-Cikarang, 5 RS Permata-Mustikajaya, 2 di RS Mitra Keluarga-Bekasi Timur, 2 di RS Mitra Keluarga Bekasi Barat, 2 di Rumah Sakit Pusat Pertamina-Jakarta.
"Dua korban yang dirawat di Rumah Sakit Pertamina dalam kondisi kritis dan satu korban yang dirawat di RSCM sudah diperbolehkan pulang karena kondisi sudah membaik," kata Musyafak di RS Hermina Tambun Selatan, Jumat (10/7).
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian, mengungkapkan awalnya mayoritas korban dirawat di RS Hermina-Tambun Selatan namun tidak memiliki perawatan khusus untuk korban luka bakar serius sehingga dirujuk ke RSCM dan beberapa rumah sakit lainnya.
"Ada 21 pasien yang mengalami luka bakar hingga 70 persen, dan dirujuk," kata Tito, saat mengecek korban luka bakar di RS Hermina.
Dia mengatakan, untuk mempermudah evakuasi pihaknya menambah armada ambulans dari RS Polri sebanyak lima unit dan Polda Metro Jaya sembilan unit. Sedangkan armada ambulans di RS Hermina hanya ada dua unit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, petugas kepolisian merasa kesulitan meminjam armada ambulans dari Pemerintah Kabupaten Bekasi sehingga pihaknya mengerahkan beberapa ambulans milik Polda Metro Jaya dan RS Polri Kramatjati untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit rujukan.
"Kita kesulitan meminjam ambulans untuk mengevakuasi korban, prosedurnya berbelit makanya kami meminjam ambulans Polri," ujar salah satu perwira menengah (Pamen) anggota Polresta Bekasi Kabupaten yang tidak mau disebutkan namanya.
Terkait hal ini, Wakil Bupati Kabupaten Bekasi Rohim Mintaredja mengatakan pemerintah daerah memiliki puluhan armada ambulans namun tersebar di beberapa Puskesmas.
"Saya dapat informasi ini, tadi setelah Salat Jumat. Dan belum ada permintaan mobil ambulans saat itu. Kami tidak pernah menyulitkan peminjaman ambulans. Ini kan warga kita yang jadi korban," ujar Rohim Mintaredja di RS Hermina.
Kepolisian juga mengerahkan 23 petugas Patroli dan Pengawalan (Patwal) untuk mempercepat perjalanan menuju rumah sakit rujukan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




