Anggota Kostrad Tewas Ditikam di Sulsel

Senin, 13 Juli 2015 | 01:26 WIB
MS
FB
Penulis: M Kiblat Said | Editor: FMB
Ilustrasi penganiyaan
Ilustrasi penganiyaan (Istimewa)

Gowa, Sulsel - Prajurit Satu (Pratu) Aspin alias Apping (25), anggota Kostrad dari Brigade Infrantri (Brigif) 3 Lintas Udara (Linud) Kariango, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas ditikam di Lapangan Syekh Yusuf, Kota Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Minggu (12/7) dini hari.

Saat kejadian, Pratu Aspin bersama rekannya sedang duduk santai di tribun Lapangan Syekh Yusuf, Gowa bersama Pratu Faturrahman (26) yang juga anggota Kostrad, Minggu (12/7) sekitar pukul 02.00 Wita. Lokasi terbilang cukup ramai karena selama Ramadan alun-alun di Kota Sungguminasa itu menjadi tempat berkumpulnya warga.

Saksi mata mengatakan, belasan orang menggunakan sepeda motor tiba-tiba muncul dan melakukan penyerangan, korban berusaha kabur namun ditarik. Aspin terkena beberapa tusukan benda tajam diantaranya menembus dadanya, sedangkan rekannya Faturrahman mengalami luka sabetan di bagian perut dan selamat dari penyerangan itu.

Usai melakukan penyerangan, pelaku kabur, sedangkan korban yang berusaha diberi pertolongan akhirnya tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pelamonia, Makassar.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Irjen Pol Anton Setiadji, Minggu (12/7) mengatakan, para pelaku melakukan aksinya secara berkelompok. Anton telah memerintahkan anggotanya mengusut tuntas kasus tersebut dan meminta bantuan TNI.

"Kasus ini harus diusut tuntas dan terbuka, tidak pandang bulu siapa pun pelakunya harus ditindak tegas," ujar Anton setelah bertemu Panglima Kodam VII/Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar saat apel siaga di depan rumah jabatan Pangdam, Minggu malam.

Menurutnya, TNI dan Polri sepakat melakukan patroli bersama untuk menjaga kondisi keamanan menjelang lebaran, sekaligus membantu penyidik dalam pengusutan kasus penganiayaan yang menewaskan Prajurit Kostrad dari Kariango, Maros itu.

Penyelidikan kasus itu dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Sulselbar, Brigjen Ike Edwin beberapa saksi telah dimintai keterangan, termasuk rekan korban malam itu. Kepolisian juga sudah mengidentifikasi rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan dari rekaman itu terlihat para pelaku jumlahnya cukup banyak, mereka menggunakan sepeda motor dan berbekal senjata tajam.

Untuk menenangkan rekan-rekan korban, Kapolda dan Pangdam berkunjung ke Markas Brigade Infrantri (Brigif) 3 Lintas Udara (Linud) Kariango, Maro dan menemui komandan korban.

Anton yang dihubungi belum bersedia memberikan keterangan, termasuk identitas pelaku yang terekam dalam CCTV saat kejadian. Pihaknya memerintahkan Polres Gowa dibantu penyidik Polda untuk memburu para pelaku.

Penganiayan aparat yang dilakukan secara berkelompok itu, untuk kedua kalinya terjadi di Gowa, sebelumnya, Kamis (2/7) dini hari lalu, seorang anggota Samapta Gowa, Brigpol Irvanuddin (30) juga tewas akibat tusukan senjata tajam saat sedang bertugas melakukan patrol pengamanan Ramadan di bundaran Samata, Kelurahan Romang Polong, Kabupaten Gowa. Sedangkan dua rekannya Brigpol Usman (30) dan Brigpol Mulyadi (30) mengalami luka parah saat sekelompok orang melakukan penyerangan ke pos keamanan.

Dugaan sementara, ada pihak yang sengaja menciptakan situasi yang mengusik keamanan di wilayah tersebut dan terkesan hendak mengadu-domba kedua institusi keamanan di Gowa, seolah-olah penganiayaan yang dialami anggota TNI itu sebagai upaya balas dendam dari kejadian sebelumnya.

Terkait insiden yang berulang kali terjadi di Gowa itu, Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo melakukan pertemuan khusus dengan Komandan Kodim dan Kapolres Giwa di rumah jabatannya, Minggu sore untuk membahas langkah antisipasi dampak dari kejadian tersebut terhadap keamanan warga Gowa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon