Jasa Marga akan Ekspansi Properti Hingga Rp 1 T
Senin, 13 Juli 2015 | 04:56 WIB
Jakarta – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) bakal membangun proyek properti berkonsep mixed use (serbaguna) di Jakarta senilai Rp 600 miliar hingga Rp 1 triliun pada kuartal I-2016. Lokasi proyek tersebut berada di dekat jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga.
Vice President Corporate Planning Jasa Marga Dedi Krisnariawan mengatakan, lokasi proyek mixed use di daerah Ciledug, dekat Jakarta Outer Ringroad 2 (JORR 2). Saat ini, perseroan tengah menunggu izin pembangunan proyek tersebut. "Izin dari DKI Jakarta memang cukup lama, kurang lebih sembilan bulan," kata dia di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurut Dedi, proyek tersebut merupakan salah satu proyek properti yang tengah direncanakan perseroan dalam lima tahun. Jasa Marga berencana mendorong kontribusi pendapatan sektor properti menjadi yang tertinggi dari bisnis non-tol.
Strategi yang akan dilakukan perseroan dalam bisnis properti adalah membangun proyek di kawasan-kawasan yang berdekatan dengan gerbang tol. Hal tersebut menjadi keunggulan Jasa Marga, karena perseroan tahu lokasi gerbang tol yang akan dibangun. "Bahkan, kami bercita-cita akan meng-IPO-kan anak usaha properti kami dalam lima hingga enam tahun mendatang," ujar dia.
Sementara itu, Jasa Marga telah menganggarkan sekitar Rp 200-300 miliar untuk pembebasan lahan dalam waktu lima tahun mendatang. Dedi menyatakan, perusahaan menargetkan capital gain (imbal hasil) bisnis properti mencapai 15-20 kali atau sekitar tambahan pendapatan hingga Rp 1 triliun hingga lima tahun ke depan.
"Kami berharap kontribusi pendapatan yang besar ke depan dari bisnis properti, sekitar 7-8 persen, yang terbesar masih tol sekitar 15-20 persen, dan sisanya bisnis Teknik Informasi Komunikasi (TIK)," ujar dia.
Dedi menambahkan, perusahaan tengah gencar membidik cadangan lahan di sejumlah lokasi strategis seperti Cilangkap, Ciledug, TB Simatupang, Sawangan, hingga Sidoarjo. Di Sawangan, Depok, perseroan telah memiliki 18 hektare (ha) lahan. Dalam lima tahun ke depan, perseroan menargetkan memiliki land bank seluas 60 ha. Perseroan juga menyasar segmen bawah hingga atas dengan harga produk mulai dari Rp 150 juta hingga lebih dari Rp 2,5 miliar.
"Tergantung lokasi, kalau di Sidoarjo sangat murah hanya Rp 150 juta, Cilangkap sekitar Rp 2,5 miliar, untuk di Jabodetabek kami harap nanti untuk gedung perkantoran juga, jual putus," kata dia.
Tahun ini, Jasa Marga menganggarkan dana sekitar Rp 150 miliar untuk sektor properti. Pengembangan sektor properti memiliki dua keuntungan, dari sisi capital gain dan menambah trafik jalan tol.
"Misalnya di Cibubur itu kan makin ramai trafiknya seiring maraknya properti. Intinya lokasi kami tidak akan jauh dari pintu-pintu tol. Land bank ini juga kami harap bisa jadi modal rencana IPO ke depan," ujar Dedi.
Baru-baru ini, Jasa Marga mengakuisisi ruas tol Cinere-Serpong dari PT Thiess Contractor Indonesia senilai Rp 200 miliar. Perseroan setelah menandatangani akta jual beli (AJB) saham PT Cinere Serpong Jaya.
Dengan demikian, Jasa Marga menguasai sekitar 316,06 kilometer (km) atau 78 persen dari total panjang jalan tol di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang mencapai 406,4 km.
Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengungkapkan, perseroan telah membayar biaya akuisisi tol sebesar Rp 200 miliar kepada Thiess. "Otomatis kalau sudah AJB kami harus bayar, karena semua dokumen sudah diserahkan kepada kami," kata dia.
Dengan rampungnya proses akuisisi tersebut, Jasa Marga menguasai 55 persen saham Cinere Serpong Jaya. Sedangkan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sebesar 35 persen, dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebesar 10 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




