Perbatasan RI-PNG Rawan Penyelundupan Ganja

Senin, 13 Juli 2015 | 10:39 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi barang bukti ganja
Ilustrasi barang bukti ganja (Istimewa)

Jayapura - Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri, Pemerintah Provinsi Papua, Suzanna Wanggai, mengatakan, sepanjang perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) rawan penyulundupan khususnya ganja.

"Sepanjang perbatasan, baik di wilayah utara maupun selatan, banyak jalan setapak yang digunakan para penyelundup membawa barang haram," kata Susi Wanggai, di Jayapura, Senin (13/7).

Dikatakannya, khusus untuk kawasan utara Papua, yakni Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom, para penyelundup lintas batas tidak lagi lewat pos perbatasan yang ada di Wutung, PNG.

Namun warga kedua negara, baik RI maupun PNG, lebih memilih melewati jalan pintas yang lebih banyak tembus ke wilayah Kabupaten Keerom.

Ia berharap adanya peran aktif seluruh warga masyarakat, termasuk aparat keamanan serta perangkat desa dalam memotong kemungkinan terjadinya penyelundupan narkotika tersebut.

"Tanpa bantuan semua pihak, maka sulit bagi pihak kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut," kata Susi.

Menurutnya, selain lewat darat, penyelundupan juga dilakukan lewat laut, namun terbatas karena aparat keamanan, baik dari TNI-AL maupun Polair Polda Papua sering melakukan patroli.

Dari data yang dihimpun, terungkap ganja asal PNG paling murah dijual Rp 50.000 per paket. Polres Jayapura Kota dan Polres Jayapura kini menangani kasus jual beli ganja, yang juga melibatkan warga negara PNG.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon