Penusukan Prajurit Kostrad Kriminal Murni

Senin, 13 Juli 2015 | 13:35 WIB
YS
B
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: B1
Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Mulyono (Tengah) didampingi 14 prajurit peserta lomba menembak memberikan keterangan kepada wartawan terkait Indonesia menjadi Juara Umum di kejuaraan menembak tahunan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) yang berlangsung pada 20-23 Mei di Australi setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 25 Mei 2015
Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Mulyono (Tengah) didampingi 14 prajurit peserta lomba menembak memberikan keterangan kepada wartawan terkait Indonesia menjadi Juara Umum di kejuaraan menembak tahunan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) yang berlangsung pada 20-23 Mei di Australi setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 25 Mei 2015 (Antara/Muhammad Iqbal)

Jakarta - ‎Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Mulyono menegaskan, kasus penusukan terhadap prajurit TNI AD oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, merupakan tindak kriminal murni.

"Kasus penusukan merupakan kriminal murni. Saat ini kasus tersebut terus dikembangkan oleh aparat kepolisian," kata Pangkostrad usai meresmikan media center di Makostrad, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (13/7)

Saat ini, dikatakan, pihaknya tidak mau menduga apakah pelaku pengeroyokan dan penusukan terhadap Pratu Aspin Mallobasang anggota Yonif 433 Kostrad dan Pratu Fatku Rahman anggota Brigif L-3/K berasal dari institusi penegak hukum atau bukan.

Pelaku terbukti membawa senjata tajam saat peristiwa penusukan itu terjadi. Untuk mengusut kasus tersebut, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Pangdam Wirabuana, Makassar, untuk membantu kepolisian menangkap para pelaku.

Peristiwa penusukan yang menimpa Pratu Aspin Mallobasang anggota Yonif 433 Kostrad tersebut terjadi di areal parkir lapangan Syekh Yusuf Jalan Masjid Raya Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Minggu dinihari pukul 01.30 waktu setempat.

Saat itu Pratu Aspin Mallobasang bersama Pratu Fatku Rahman anggota Brigif L-3/K sedang menonton festival bedug.

Saat berada di area parkir mereka didatangi oleh sekelompok orang yang berjumlah sekitar 20 orang. Tanpa alasan yang jelas, mereka kemudian melakukan pengeroyokan terhadap korban.‎

Saat ini, ‎jasad Pratu Aspin telah disemayamkan dirumah duka di Jalan Poros Malino RT 02 RW 05 Kelurahan, Bonto Rambo 136, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Sementara satu korban lainnya, Pratu Fatku Rahman, hingga saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di RS Pelamonia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon