Meski Ekonomi Melambat, GDC Optimistis Penuhi Target
Senin, 13 Juli 2015 | 21:04 WIB
Depok - PT Sanubari Mandiri Realtindo (SMR Group) menyeriusi pasar properti kelas menengah di Kota Depok, Jawa Barat. Pengembang meluncurkan dua klaster premium di kawasan Grand Depok City (GDC), dengan harga Rp 1,3 miliar per unit.
GM Marketing & Promotion SMR Group, Tony Hartono mengatakan, pihaknya meluncurkan dua klaster baru, Puri Insani (17 unit) dan Viscany Residence (103 unit). Peluncuran dua klaster baru di kawasan GDC ini untuk memenuhi pesatnya perkembangan bisnis properti di Kota Depok.
"Permintaan hunian untuk kelas menengah di kawasan Depok cukup tinggi. Bahkan, populasi kelas menengah di kota ini mencapai 2 juta orang. Kami yakin produk yang diluncurkan ini bisa terserap semua sampai akhir tahun," kata Tony, di Depok, pekan lalu.
Sales Manager Marketing GDC, Derry Cahyadi, menambahkan, pihaknya optimistis, meski ekonomi melemah dan properti melamban, kedua proyek baru akan terserap pasar.
"Kami optimistis dapat memenuhi target, meskipun pada semester pertama tahun ini tingkat penjualan menurun 15 persen. Kami menyiasatinya dengan melakukan terobosan, semisal penurunan biaya uang muka sampai 25 juta dan dapat diangsur, serta diskon harga hunian sampai 200 juta. Dengan demikian tahun ini target kami bisa terjual," kata Derry.
Menurut Derry , beberapa keunggulan dari kedua proyek yang diluncurkan SMR Group di GDC ini, diantaranya berhadapan langsung dengan Sekolah Al Azhar Internasional. Sampai saat ini, Al Azhar baru melayani pendidikan sampai tingkat SMP. Ke depannya, Al Azhar berencana akan mendirikan universitas.
"Kalau Puri Insani kami targetkan dalam waktu 2 bulan ke depan terjual, sedangkan untuk Viscany kami targetkan sampai akhir tahun bisa terjual," kata dia.
Derry menjelaskan, kawasan GDC sudah menjadi kawasan baru, bahkan sudah menjadi kota mandiri. Kompleks properti di atas lahan seluas 350 hektar lebih tersebut, saat ini sudah dihuni oleh 6.000-7.000 kepala keluarga (KK). "Total lahan yang sudah dikembangkan saat ini baru 60 persen dari luas total," kata dia.
Di samping itu, pusat pemerintahana Kota Depok saat ini sudah berada di kawasan GDC. Hal ini menjadi nilai tambah bagi para konsumen yang ingin memiliki hunian dikawasan tersebut.
"Bagi yang ingin berbisnis ataupun investasi, juga saat ini sudah ada ruko dan tempat komersial lainnya," tegas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




