Cuaca Ekstrem, Lany Jaya Papua Bakal Kesulitan Pangan Setahun

Kamis, 16 Juli 2015 | 08:25 WIB
RI
B
Penulis: Robert Isidorus | Editor: B1
Bupati Kabupaten Lany Jaya, Befa Jigibalom
Bupati Kabupaten Lany Jaya, Befa Jigibalom (Suara Pembaruan/Robert Vanwi)

Jayapura - Kabupaten Lany Jaya dinyatakan darurat bencana. Kondisi ini terjadi pada dua distrik yang dilanda embun beku, yaitu Distrik Kuyawage sebanyak 8 kampung, Distrik Goa Baliem sebanyak 7 kampung dan Distrik Wano Barat ada 11 kampung.

Saat ini, menurut Bupati Befa Jigibalom, hujan belum turun. Bila hujan turun pasti akan merusak tanaman termasuk tanaman pangan milik warga. Ditegaskannya, setelah selesai hujan turun akan ada satu tahun lamanya tidak ada bahan makan.

"Sudah 1 bulan 1 minggu ini untuk kawasan pegunungan tidak ada hujan dan biasanya untuk masyarakat Lany Jaya akan tahu bahwa akan terjadi peristiwa di Kuyawage. Bencana ini sudah lama tak datang, muncul lagi 9 tahun kemudian. Dan paling parah memang di Kuyawage " ujarnya Kamis (16/7).

Sebelumnya sudah 11 korban meninggal akibat cuaca ekstrem ini, 5 diantaranya anak-anak sisanya orang dewasa di Wano Barat. Cuaca ekstrem ini sudah menunjukan tanda-tanda, yaitu 1 hingga 2 bulan lebih dan pada malam hari, seluruh kawasan akan ditutupi embun di Kuyawage.

Besoknya ketika matahari terbit embun itu mencair akan seperti cairan minyak. Dan siang harinya semua dedaunan dan tanaman akan layu akibat cairan seperti minyak itu, dan juga meresap ke tanah dan menjadi air.

"Itu terjadi selama musim kemarau. Nah, pada puncaknya, masyarakat akan semakin menderita ketika datang hujan yang akan membusukkan semua tanaman maupun pohon. Apalagi, air yang dikonsumsi masyarakat jadi seperti minyak," ujarnya.

Kondisi ini merupakan keadaan darurat dan telah dikeluarkan surat keputusan untuk mengatasinya.

"Kami di Kabupaten Lanny Jaya sudah siap membantu masyarakat di sana, karena kami punya 1.504 ton beras untuk menyuplai 20.000 jiwa," ujarnya.

Dikatakan, siapa pun bisa membantu masyarakat dengan memberi bahan pangan. Ia menyarankan untuk bisa langsung ke tempat tujuan atau juga memberi ongkos pengiriman.

"Sekalian dengan ongkos kirimnya, karena jangan tambah beban kami," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon