Gunung Api Gamalama Erupsi

Kamis, 16 Juli 2015 | 10:14 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Aktivitas Gunung Gamalama yang mengeluarkan abu vulaknik di Ternate, Maluku Utara, Jumat (19/12).
Aktivitas Gunung Gamalama yang mengeluarkan abu vulaknik di Ternate, Maluku Utara, Jumat (19/12). (Antara/Abdul Fatah)

Ternate - Gunung api Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), Kamis (16/7), sekitar pukul 09.58 WIT, erupsi dengan mengeluarkan asap bercampur abu vulkanik setinggi 1.500 meter dari kawah.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama, Darno Lamane mengatakan, Gunung Gamalama mulai menunjukkan aktivitas peningkatan vulkanik sejak Rabu (15/7), ditandai dengan meningkatnya aktivitas kegempaan, misalnya gempa embusan yang mencapai 90 kali.

"Status gunung setinggi 1.700 meter dari permukaan laut tersebut kini masih berstatus waspada level II dan petugas pengamatan Gunung Gamalama masih terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas vulkanik gunung itu untuk menentukan apakah statusnya akan dinaikkan menjadi siaga atau tidak," kata Darno, Kamis (16/7).

Sejauh ini, katanya, masih terjadi letusan freatik dengan mengeluarkan asap disertai abu vulkanik yang mengarah ke arah utara dan barat laut.

Darno mengatakan, pascaerupsi Gunung Gamalama tersebut, pihaknya telah mengeluarkan larangan kepada masyarakat untuk beraktivitas minimal radius 1,5 km dari puncak gunung, selain itu juga telah mengeluarkan rekomendasi ke instansi terkait.

Masyarakat di Kota Ternate diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan berbagai informasi mengenai perkembangan Gunung Gamalama, kecuali informasi yang resmi dikeluarkan oleh pihak Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama dan pemerintah kota setempat.

Sementara itu, aktivitas di Bandara Babullah Ternate tetap normal dan tidak terpengaruh dengan adanya erupsi Gunung Gamalama. Hal tersebut karena sejauh ini belum ada peringatan dari pihak Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama mengenai dampak erupsi Gunung Gamalama terhadap aktivitas penerbangan di bandara itu.

Gunung Api Gamalama terakhir meletus pada Desember 2014. Saat itu mengakibatkan terganggunya aktivitas ekonomi di Ternate, bahkan khusus penerbangan di Bandara Sultan Babullah Ternate sempat ditutup selama dua pekan, karena landasan pacu bandara tertutup abu vulkanik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon