Gunung Gamalama dan Raung Meletus

Kamis, 16 Juli 2015 | 12:37 WIB
FW
B
Penulis: F Rio Winto | Editor: B1
Suasana kota Ternate di kaki Gunung Gamalama di Maluku Utara, Rabu (31/12).
Suasana kota Ternate di kaki Gunung Gamalama di Maluku Utara, Rabu (31/12). (Antara/Widodo S Jusuf)

Jakarta - Gunung Gamalama di Pulau Ternate, Maluku Utara, meletus freaktik pada Kamis (16/7) pukul 09.58 Wita. Tinggi kolom letusan 1.000-1.500 meter (m) di atas puncak kawah. Asap putih kelabu mengarah ke utara.

Letusan freaktif terjadi akibat bertemunya air dengan magma di dalam kawah, sehingga melontarkan material abu dan pasir. Berdasarkan data pengamatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Center for Volcanology and Geological (PVMBG) Badan Geologi, letusan tidak diikuti dengan peningkatan aktivitas vulkanik yang ekstrem. Status tetap Waspada (level II).

Masyarakat dihimbau tetap tenang dan tidak perlu mengungsi. Namun, dalam radius 1,5 km dilarang ada aktivitas masyarakat. Pendakian juga dilarang mendekati puncak kawah.

Sementara itu, Gunung Raung, yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember, Bondowoso dan Sutubondo, Provinsi Jawa Timur masih terus meletus. Asap kelabu hitam tebal keluar dari kawah dengan tinggi 1.500 -2.000 meter (m) ke barat-barat laut.

Cahaya api dari lava pijar terlihat di puncak kawah. Tremor vulkanik masih terus terjadi. Suara gemuruh dan dentuman masih terdengar. Masyarakat mendengar suara gemuruh dan dentuman kecil di Dusun Karangparas, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember.

Berdasarkan pantauan, tremor menunjukkan adanya penurunan dibandingkan sebelumnya. Pasokan magma menurun, namun belum dapat dipastikan kapan letusan berakhir dengan pasti.

Abu vulkanik terpantau tebal di Desa Cumedak dan Desa Jambu Arum, Sumberjambe, Jember. Di Kota Jember, abu vulkanik terpantau tipis namun tidak mengganggu aktivitas warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membagikan masker di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Silo, Ledokombo, dan Sumber Jamber.

Belum perlu ada pengungsian, namun warga dilarang beraktivitas di radius 3 km. Hujan abu vulkanik berpotensi terjadi di daerah-daerah sekitar Gunung Raung selama Lebaran. Dihimbau untuk menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah dan melakukan penyemprotan jalan agar abu tidak beterbangan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon