AM Fatwa: Pancasila Bagian dari Amal Autopilot
Jumat, 17 Juli 2015 | 17:14 WIB
Jakarta - Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang mengangkat tema kepemimpinan, khotbah Idul Fitri Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AM Fatwa tahun ini mengupas masalah amal saleh dan amal jariyah autopilot. Yaitu amal yang menurutnya cukup dikerjakan sekali, namun pahalanya akan terus mengalir tiada akhir, selama manfaat dari amal tersebut masih dirasakan oleh umat.
Fatwa mencontohkan Pancasila sebagai salah satu amal saleh autopilot, karena sejak disepakati sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945 dalam Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan (PPK), sampai saat ini, Pancasila masih dirasakan manfaatnya sebagai pemersatu kemajemukan bangsa Indonesia.
Sebagai tokoh yang sempat mengalami kehidupan penjara akibat kritik-kritik kerasnya kepada pemerintah Orde Baru, dan dibebaskan setelah menulis sikap pandangannya tentang Pancasila, tampak jelas bahwa keyakinan Fatwa terhadap Pancasila 18 Agustus sudah final. Ia bahkan mengkritik Nawacita Jokowi yang mencantumkan Pancasila 1 Juni sebagai ideologi perjuangan.
"Jika Pancasila 1 Juni dimaksudkan sebagai doktrin politik suatu parpol, tidak masalah, tetapi jika dipaksakan jadi ideologi negara, berpotensi mencederai rasa persatuan," katanya dalam acara khotbah idul fitri di Jakarta, Jumat (17/7).
Ia berharap semua komponen bangsa untuk bersikap objektif terhadap sejarah, tidak mengedepankan egoisme politik personal, serta mengingatkan sunnatullah kekuasaan itu silih berganti. Tidak ada yang abadi. Hal yang menarik adalah ketika ketua Badan Kehormatan DPD RI ini, menarik analogi antara hilangnya tujuh kata dalam Piagam Jakarta, dengan hilangnya tujuh kata dalam traktat perjanjian Hudaibuyah.
Menurutnya, banyak sekali hikmah di balik hilangnya tujuh kata dalam Piagam Jakarta dan Perjanjian Hudaibyah. Salah satunya adalah tercipta stabilitas keamanan dan ketertiban sosial.
"Saya minta untuk berlomba-lomba menciptakan amal saleh dan amal jariyah autopilot sebagai sarana menambang pahala tak terbatas untuk kesejahteraan hidup akhirat, sekaligus mewujudkan cita-cita luhur Islam sebagai agama pembawa kesejehteraan bagi alam semesta, atau agama yang rahmatan lil alamien," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




