Puncak Arus Balik Diprediksi Terjadi Hari Ini

Selasa, 21 Juli 2015 | 10:30 WIB
YD
B
Penulis: Yohanes Harry Douglas | Editor: B1
Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di jalur pantura perbatasan Tegal-Brebes, Jawa Tengah, 14 Juli 2015
Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di jalur pantura perbatasan Tegal-Brebes, Jawa Tengah, 14 Juli 2015 (Antara/Oky Lukmansyah)

Jakarta - Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus balik Lebaran 2015 akan terjadi hari ini, Selasa (21/7). Berakhirnya cuti bersama pada hari ini dan dimulainya aktivitas perkantoran menjadi alasan hari ini hingga esok subuh akan menjadi puncak arus balik.

"Malam ini akan menjadi puncak arus balik, karena mayoritas pegawai sudah akan bekerja kembali besok. Seluruh petugas sudah siap untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Julius A Barata kepada Suara Pembaruan, Selasa (21/7).

Disampaikan Barata, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan telah menugaskan seluruh petugas untuk mengawasi sejumlah bandara, pelabuhan, stasiun dan terminal yang akan dipadati masyarakat pada hari ini. Beberapa bandara yang menjadi perhatian utama adalah Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Bandara Adisucipto di Yogyakarta, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Adi Sumarmo di Solo, Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar dan Bandara Achmad Yani di Semarang.

Sementara itu pelabuhan yang akan menjadi konsentrasi arus balik adalah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni-Merak dan juga Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

"Stasiun dan Terminal di seluruh Jawa Tengah dan Jawa Timur diprediksi menjadi konsentrasi arus balik," kata Barata.

Sementara itu, Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry, Christine Hutabarat menyatakan arus balik dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa sudah mulai ramai sejak awal pekan ini dan akan mencapai puncaknya pada hari ini. Data di pelabuhan Bakauheni hingga Senin (20/7) menunjukkan jumlah penumpang sebanyak 101.954 orang, kendaraan roda dua sebanyak 9.098 unit dan kendaraan roda 4 campuran sebanyak 11756 unit.

"Dibandingkan dengan jumlah arus mudik dari Pelabuhan Merak sejak H-7 hingga H-0 lalu, jumlah pemudik yang telah kembali ke Pulau Jawa untuk penumpang baru sebesar 16 persen, kendaraan roda dua sebesar 15 persen dan roda empat sebesar 16 persen," ujar Christine.

Kepadatan di jalur Bakauheni-Merak diyakini akan mencapai puncaknya pada hari ini. Peningkatan arus balik pemudik dari Pulau Jawa ke Pulau Bali, disampaikan Christine, juga mulai terasa di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Sebanyak 41.664 orang, 5.156 motor dan 4.991 kendaraan roda empat dan lebih tercatat sudah menyeberang sejak hari Minggu kemarin hingga Senin. Jumlah ini meningkat dari hari sebelumnya yang menyeberangkan 29.940 orang, 4.774 unit motor dan 3.873 roda empat dan lebih.

"Jika dibandingkan dengan dengan tahun sebelumnya. Jumlah pada H+1 kemarin meningkat delapan persen baik untuk jumlah penumpang, motor maupun kendaraan roda empat dan lebih," kata Christine.

Pihak ASDP juga akan terus menambah jumlah kapal yang beroperasi untuk melayani pemudik. Kapal yang beroperasi 27 kapal dan melayani 200 trip.

"Namun seiring dengan peningkatan arus balik, jumlah kapal yang beroperasi dan tripnya akan terus kami tambah hingga maksimal, supaya tidak terjadi kepadatan di Pelabuhan Ketapang sehingga arus balik akan berjalan lancar dan nyaman," kata Christine.

Berdasarkan pantauan di Posko Lebaran Kemhub, jumlah penumpang angkutan penyeberangan pada hari Senin (20/7) sampai Pk 20.00 WIB mencapai 93.778 penumpang, 16.004 motor dan 9.001 roda empat dan lebih.

Sementara kepadatan arus balik di jalur darat sudah mulai terlihat. Terjadi kepadatan arus lalu lintas pada ruas jalan tol Purbalenyi tepatnya dipintu Tol Purbalenyi ke arah Jakarta kurang lebih 14 KM, Keluar Pintu Tol Cikopo menuju Jakarta terjadi Kepadatan kurang lebih 10 KM, dan antrean pada gerbang Tol Cikarang Utama terjadi Kepadatan kurang lebih 5 KM. Kemarin tercatat ada 31.533 penumpang dengan menaiki 1.770 bus. Sedangkan jumlah mobil pribadi yang memasuki Jabodetabek sebanyak 72.227.

Untuk angkutan KA pada H+2 (20/7) kemarin tercatat 306.115 penumpang. Sementara di angkutan laut ada sebanyak 21.193 penumpang. Untuk angkutan udara, pada rute luar negeri tercata 19.381 penumpang dan 134.703 penumpang untuk rute domestik. Aktivitas Gunung Raung yang mengganggu penerbangan pada arus mudik lalu masih terus dipantau. Hingga kemarin, masih terjadi erupsi yang mengakibatkan abu vulkanik teramati dari permukaan hingga 17.000 feet (8.000-9.000 meter) bergerak ke arah barat daya-barat laut dengan kecepatan semburan 290 km/jam. Diperkirakan akan bergerak ke arah utara.

Sementara aktivitas erupsi Gunung Gamalama yang sempat membuat penerbangan dari dan ke ternate ditutup pada akhir pekan lalu, kondisinya sudah mulai stabil. Berdasarkan observasi ketinggian mencapai 8.000 feet (4.000-5.000 meter) bergerak ke arah timur laut, dengan kecepatan semburan 18 km/jam.

Namun, penerbangan dari dan ke Ternate sudah mulai dibuka sejak kemarin. Sedangkan jumlah kecelakaan yang terjadi kemarin, menurut data dan informasi yang diterima dari Korlantas Polri, terjadi 197 kejadian kecelakaan yang mengakibatkan 48 meninggal dunia, 68 luka berat dan 285 luka ringan. Sementara kerugian material diprediksi mencpai Rp773 juta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon