Lembaga Zakat Nasional Kumpulkan Dana untuk Tolikara

Rabu, 22 Juli 2015 | 00:53 WIB
B
JS
Penulis: BeritaSatu | Editor: JAS
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (keempat kiri) bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Yohana Yembise (ketiga kiri) berkunjung ke lokasi peristiwa penyerangan sekelompok massa beberapa waktu yang lalu di Distrik Karubaka, Tolikara, Papua, 21 Juli 2015
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (keempat kiri) bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Yohana Yembise (ketiga kiri) berkunjung ke lokasi peristiwa penyerangan sekelompok massa beberapa waktu yang lalu di Distrik Karubaka, Tolikara, Papua, 21 Juli 2015 (Antara/Trisnadi)

Jakarta - Sejumlah lembaga zakat nasional, seperti Badan Amal Zakat Nasional (Baznas), Forum Zakat, Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat mengumpulkan dana untuk program pembangunan fisik dan non-fisik di Tolikara.

"Kami baru mengumumkan hari ini tentang penggalangan dana lewat beberapa lembaga zakat nasional yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan masjid, ruko, kios dan rumah tinggal di Tolikara," kata Juru Bicara Komite Umat untuk Tolikara Papua Mustofa B. Nahrawadaya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (21/7).

Mustofa mengatakan, sampai Selasa malam, dana yang terkumpul untuk sementara ini sebanyak Rp 1,3 miliar.

Penggalangan dana Tolikara yang bermoto "Damai Tolikara Damai Papua" tersebut merupakan salah satu program kerja Komite Umat untuk Tolikara Papua (Komat Tolikara) yang telah terbentuk pada 19 Juli 2015 di Jakarta.

Komite tebentuk setelah terjadi pertemuan besar para tokoh nasional di antaranya Arifin Ilham, Yusuf Mansur, Hidayat Nurwahid, Didin Hafidhudin, Aries Mufti, Muhammad Zaitun Rasmin, serta Bahtiar Nasir sebagai ketua harian Komite.

Selain penggalangan dana, Komat Tolikara juga akan memberangkatkan tujuh anggota yang tergabung dalam tim pencari fakta (TPF) guna mencari keabsahan informasi terkait pembakaran Masjid di Tolikara.

"Tim yang terdiri dari tujuh orang tersebut sudah dilepas di kantor kami daerah Tebet dan akan diberangkatkan pukul 24.00 malam ini," ujar Mustofa.

Mustofa mengatakan, tim pencari fakta tersebut dipimpin tokoh dakwah yang sudah memahami latar belakang Papua, yakni Ustaz Fadlan Garamatan beserta enam orang lainnya dari berbagai ilmu, antara lain forensik, kriminal, dan sosial.

Menurut rencana, ketujuh anggota TPF akan disambut keesokan harinya oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pukul 09.00 Wita, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pukul 13.00 Wita, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti pukul 15.00 Wita.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon