Pakar Transportasi: Kecelakaan Menurun, Tapi Pelanggaran Meningkat

Rabu, 22 Juli 2015 | 08:29 WIB
ST
B
Penulis: Stefi Thenu | Editor: B1
Pemudik menggunakan sepeda motor melintas di jalur Pantura Tegal Karang, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, 15 Juli 2015.
Pemudik menggunakan sepeda motor melintas di jalur Pantura Tegal Karang, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, 15 Juli 2015. (Antara/Dedhez Anggara)

Semarang - Angka kecelakaan pada arus mudik tahun ini relatif menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya, namun angka pelanggaran lalu lintas justru cenderung meningkat. Hal ini diungkapkan pakar transportasi publik dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Ir Djoko Setijowarno, MT.

"Peningkatan jumlah pelanggaran itu terjadi karena polisi tak menerapkan sanksi tilang bagi para pemudik, sehingga mereka cenderung melakukan pelanggaran," ujar Djoko kepada Suara Pembaruan, Rabu (22/7) pagi.

Djoko mengatakan, sebenarnya angka kecelakaan selama mudik pun cenderung lebih rendah dibanding kecelakaan di masa normal. Selama mudik, angka kecelakaan rata-rata hanya 30 kejadian setiap hari, sedangkan masa normal angkanya mencapai 80 kejadian perhari.

"Fasilitas mudik gratis dengan sepeda motor via kapal laut pun sebenarnya angka jauh lebih kecil, hanya sekitar 0,8 persen. Hanya mengangkut belasan ribu unit. Bandingkan dengan penjualan sepeda motor di Tanah Air yang mencapai 2,02 juta unit pertahun. Sangat tidak signifikan," ujarnya.

Menurut Djoko, jumlah pemudik sepeda motor meningkat drastis sejak 2005, terutama sejak kepemilikan sepeda motor dipermudah dengan kredit yang sangat ringan dan mudah. Akibatnya, penumpang bus merosot tajam hingga 6,3 persen.

"Itu diperparah dengan kondisi armada bus yang makin lama makin buruk, sehingga orang lebih memilih naik sepeda motor. Bagaimana pemerintah bisa melarang mudik sepeda motor, karena pemerintah baik pusat dan daerah tak bisa menyediakan sarana transportasi bus yang layak," ujarnya.

Sepeda motor yang saat ini beredar pun dijual dalam cc yang besar, sehingga mampu digunakan mudik dalam jarak yang sangat jauh. "Bandingkan dengan era 70-80-an dimana sepeda motor rata-rata ber-cc kecil, sehingga tak bisa diandalkan untuk mudik," ujarya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon