Jelang HAN 2015, Presiden Didorong Segera Meratifikasi FCTC

Rabu, 22 Juli 2015 | 18:26 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (Antara/Yudhi Mahatma)

Jakarta - Menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap tanggal 23 Juli, Gerakan Muda FCTC kembali menyampaikan seruan dan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo agar segera menandatangani Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Apalagi hampir seluruh negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah meratifikasinya.

Meratifikasi FCTC penting dilakukan sebagai bentuk perlindungan negara kepada anak Indonesia dari dampak konsumsi rokok dan juga paparan asap rokok.

Dikatakan Margianta Surahman, juru bicara Gerakan Muda FCTC, hingga pertengahan Juli 2015 telah terkumpul sedikitnya 30.000 dukungan masyarakat yang terkumpul melalui petisi online di situs www.change.org/dukungfctc. Petisi tersebut digagas Robby Indra Wahyuda, penderita kanker larynx yang mulai merokok sejak masih anak-anak.

"Dukungan yang telah terkumpul ini akan disampaikan kepada Presiden Jokowi pada pertengahan Agustus 2015. Ini adalah keinginan masyarakat agar pemerintah berkomitmen membuat aturan-aturan yang lebih ketat untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia dari dampak rokok," kata Margianta Surahman, di Jakarta, Rabu (22/7).

Aturan yang perlu dibuat misalnya dalam pembatasan akses rokok, sehingga rokok tidak dijual di semua tempat dan tidak dijual kepada anak. Cukai rokok menurutnya juga harus lebih tinggi supaya harga rokok tidak bisa dijangkau oleh anak-anak.

"Pengaturan larangan iklan dan promosi rokok perlu dibuat secara total agar anak-anak bisa mendapat informasi yang benar tentang bahaya merokok. Kemudian juga pengaturan kawasan tanpa rokok (KTR), sehingga anak-anak bisa menghirup udara bersih dan terbebas dari paparan asap rokok," tegas Margianta.

Data World Health Organization (WHO) menyebutkan jumlah perokok di Indonesia mencapai 62,3 juta orang. Jumlah ini menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dunia dalam jumlah perokok, setelah Tiongkok dan India.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon