Lippo Cinemaxx Gandeng Deutsche Bank Galang US$ 100 Juta
Kamis, 23 Juli 2015 | 17:20 WIB
Jakarta –Lippo Group Indonesia menunjuk Deutsche Bank untuk menggalang dana US$ 100 juta bagi PT Cinemaxx Global Pasifik (Cinemaxx) dalam rangka ekspansi 2.000 layar bioskop di seluruh Indonesia. Selain itu, Lippo juga menunjuk Rothschild sebagai financial advisor (penasihat keuangan). Aksi korporasi ini sebagai upaya mendorong perusahaan melakukan penawaran umum saham perdana (Initial public offering/IPO) dalam tiga tahun ke depan.
"Kami telah menarik minat investor untuk berpartisipasi dalam rencana ekspansi pertumbuhan kami," kata Direktur Lippo dan CEO Cinemaxx, Brian Riady, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/7).
Sejak memasuki industri bioskop pada 2013, Brian mengatakan, Cinemaxx telah melakukan gebrakan dan berencana melakukan ekspansi dengan membangun 2.000 layar dan 300 kompleks bioskop di 85 kota di Indonesia selama 10 tahun ke depan. Aksi korporasi ini akan mengukuhkan Cinemaxx sebagai jaringan bioskop terbesar dan paling komprehensif di Indonesia. "Perseroan berharap, ekspansi ini akan menghasilkan pendapatan sebesar US$ 500 juta pada 2020 dan US$ 1 miliar pada 2024," kata Brian.
Managing Director and Head of Capital Markets and Treasury Solutions untuk Indonesia di Deustche Bank Indira Citrarini, menyambut gembira penawaran tersebut. "Ini kesempatan untuk berinvestasi di segmen konsumsi Indonesia. Kami terkesan dengan track record Lippo," kata dia.
Direktur Rothschild Claire Suddens-Spiers menyatakan, Lippo telah membangun pondasi kuat di bisnis sinema nasional. "Kami gembira mengerjakan proyek ini," kata dia.
Executive Director Media Partners Asia, Vivek Couto menambahkan, meski Indonesia memiliki populasi terbesar Asia Tenggara dengan kelas menengah yang berkembang cepat, namun industri sinema Indonesia dinilai belum berkembang. Kapasitas layar bioskop di Indonesia hanya 1.000 unit dengan penjualan film box office tahunan US$ 300 juta. "Indonesia sangat kekurangan layar bioskop dan hanya memiliki 3,7 layar per sejuta orang dibandingkan dengan 39,9 layar di Singapura," kata dia.
Lippo adalah perusahaan investasi di sejumlah sektor yang melayani lebih dari 30 juta konsumen secara nasional. Bisnisnya mencakup perusahaan terbesar Indonesia dalam department store fashion (138 Matahari Department Stores), hypermarket store (265 Hypermart, Foodmart dan Boston Drugs store), mall retail (62 Lippo Mall), pengembangan perumahan dan properti (Lippo Karawaci), provider cable dan internet broadband (First Media, Link Net, dan Bolt), dan layanan kesehatan (Siloam Hospital).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




