Jokowi: Peran Ulama Sangat Penting dalam Menjaga Toleransi

Kamis, 23 Juli 2015 | 20:06 WIB
ES
FH
Penulis: Ezra Sihite | Editor: FER
Presiden Joko Widodo (kanan) menyampaikan sambutannya pada acara pertemuan bersama sejumlah tokoh lintas agama di Istana Negara, Jakarta, 23 Juli 2015.
Presiden Joko Widodo (kanan) menyampaikan sambutannya pada acara pertemuan bersama sejumlah tokoh lintas agama di Istana Negara, Jakarta, 23 Juli 2015. (Antara/Widodo S. Jusuf)

Jakarta - Dalam pertemuan dengan tokoh lintas agama di Istana Negara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pentingnya peran para ulama dalam mendorong komunikasi yang baik antarumat. Presiden berharap insiden pada saat Idul Fitri pekan lalu di Tolikara, Papua, tidak lagi terjadi.

"Saya ingin mengingatkan kita semua bahwa apa yang terjadi di Tolikara seharusnya tidak terjadi kalau komunikasi kita baik, dan silaturahmi kita ini baik," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7).

Dua puluh enam tokoh lintas agama yang diundang ke Istana hari ini yaitu KH. Said Aqil Siradj dari Penguru Besar Nadhlatul Ulama, Slamet Effendy Yusuf dari Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Sang Nyoman Suwisma dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Arief Harsono dari Perwakilan Umat Budha Indonesia, Pdt.Henriette Tabita Lebang dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Suhadi Sendjaja dari Vidyaka Sabha Walubi, Ws. Uung Sendana dari Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN).

Kemudian, KH.Maaruf Amin dari Majelis Ulama Indonesia, Prof.Dr. Azyumardi dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Pdt.Gomar Gultom dari PGI, Johnny Nelson Simanjuntak dari PGI, Pdt.Rony Mandang dari Lembaga-lembaga Injili Indonesia, I Ketut Parwata dari PHDI, H. Jeje Zainuddin dari PP Pemuda Persatuan Islam, KH. M.Abdurrahman dari Pimpinan Pusat PP Persis, Abdullah Djaidi dari Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyah, H.Sadeli Karim dari PB Mathlatul Anwar, KH. Zaenal Abidin dari PP PUI, Prof.Dr.KH. Achmad Satori Ismail dari Ikatan Dai Indonesia, Dr.Bachtiar Nasir dari Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia, Zeid Amar dari Al Irsyad, Lutfi A.Tamimi dari LPOI, H. Marsudi Syuhud dari PBNU, Zaitun Rasmin dari MIUMI, Ustadz Yusuf Mansyur dan Djnazamuddin Ramli dari Muhammadiyah.

"Adanya gesekan kecil saya kira memang semua sepakat dipadamkan dan dihilangkan agar yang kecil itu tidak membesar dan tidak menjadi besar," kata Jokowi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon