Menpora Harapkan Ada Terobosan Baru di Piala Kemerdekaan

Jumat, 24 Juli 2015 | 23:01 WIB
HS
FH
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: FER
Pertemuan antara Menpora Imam Nahrawi dan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015, Djohar Arifin Husein.
Pertemuan antara Menpora Imam Nahrawi dan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015, Djohar Arifin Husein. (SP/Hendro D Situmorang)

Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (menpora), Imam Nahrawi mengharapkan, adanya terobosan baru pada pelaksanaan Piala Kemerdekaan yang digagas Tim Transisi dibandingkan turnamen sepakbola yang lain.

Menurut Imam Nahrawi, pihaknya tidak mempermasalahkan jika turnamen yang direncanakan akan bergulir 1 Agustus tidak tepat waktu. Apalagi, kata dia, hingga kini operator turnamen sepakbola belum juga ditentukan. Menpora memaklumi jika banyak hal yang belum dipersiapkan dengan baik karena terpotong jeda liburan.

"Ini kan masalah teknis saja, mungkin EO nya ada halangan, termasuk soal rekrutment pemain. Saya melihat kesiapan mereka. Kami juga tidak ingin kick off Piala Kemerdekaan tidak asal-asalan. Harus ada model baru yang beda," katanya di Kantor Kempora, Jakarta, Jumat (24/7).

Model baru yang dimaksud Menpora adalah terkait keamanan dan kenyamanan baik untuk penonton juga klub yang bermain. Salah satu terobosan yang diharapkan adalah stadion harus steril dari barang-barang yang dilarang. Harus ada pemeriksaan yang ketat bagi siapa pun untuk mencegah terjadi tawuran. Antar supporter. Ini diharapkan bisa menjadi tonggak dalam perkembangan sepakbola Indonesia.

"Saya usul Piala Kemerdekaan itu seperti ini gambarannya. Penonton datang ke stadion kalau bawa tas atau apa, barang bawaannya bisa disimpan di loker. Lalu yang menjaga loker juga harus dari orang yang betul-betul. Jangan nanti yang menjaga justru mengambil barang tersebut. Begitu juga dengan tiket masuk ke stadion. Harus disesuaikan dengan nomor kursi," jelas dia.

Imam Nahrawi menegaskan, pihak panitia penyelenggara Piala Kemerdekaan juga harus bisa memastikan bahkan turnamen dengan hadiah utama Rp 500 juta itu penuh dengan inovasi.

Untuk masalah verifikasi tim, kata Menpora, pihaknya berharap tidak seketat kompetisi karena Piala Kemerdekaan adalah sebuah turnamen. "Hanya saja proses verifikasi tetap harus dilakukan termasuk pelaksana pertandingan atau EO," tambah Imam Nahrawi.

Rencananya, turnamen yang diikuti oleh tim Divisi Utama akan dilaksanakan secara serentak di empat kota. Ada 24 tim yang akan bersaing menjadi yang terbaik. Tim tersebut terbagi atas empat grup. Grup A akan dipertandingkan di Medan Sumatera Utara, Grup B di Serang Banten, Grup C di Solo Jawa Tengah dan Grup D di Madiun Jawa Timur.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon