Semen Indonesia Siapkan US$ 4,27 Miliar Hingga 2019

Senin, 27 Juli 2015 | 01:28 WIB
FN
FB
Penulis: Farid Nurfaizi | Editor: FMB
Pekerja mengawasi pembangunan pabrik semen milik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (30/5). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Pekerja mengawasi pembangunan pabrik semen milik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (30/5). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal (ga photo/mohammad defrizal)

Jakarta – PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk periode 2015-2019 senilai total US$ 4,27 miliar. Selama lima tahun tersebut, puncak investasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini akan terjadi pada tahun depan.

Dalam rencananya, Semen Indonesia mengalokasikan US$ 687,69 juta pada tahun ini. Lalu, naik signifikan menjadi US$ 1,28 miliar pada 2016, kemudian turun menjadi US$ 1,06 miliar di 2017, US$ 577,79 juta pada 2018, dan kembali naik menjadi US$ 656,30 juta di 2019.

Direktur Keuangan Semen Indonesia Ahyanizzaman mengatakan, tahun depan menjadi puncak investasi perseroan karena terjadi pengeluaran paling tinggi untuk pabrik Indarung VI di Sumatera Barat, dan pabrik Rembang di Jawa Tengah. Hal ini seiring dengan target selesainya pembangunan kedua pabrik yang dijadwalkan pada kuartal III-2016.

"Proyek multiyears ini sudah dikerjakan sejak tahun lalu. Sampai akhir 2015, kami akan kucurkan investasi hingga Rp 3 triliun untuk Indarung dan Rembang. Sementara sisanya tahun depan," jelas dia kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (26/7).

Seperti diketahui, Indarung VI akan berkapasitas 3 juta ton per tahun dengan total investasi US$ 352 juta. Sedangkan pabrik Rembang juga berkapasitas 3 juta ton per tahun dengan investasi US$ 403 juta.

Di luar kedua proyek ini, Semen Indonesia bakal merampungkan dua proyek yang menunjang fasilitas produksi semen pada tahun depan. Proyek tersebut adalah cement grinding di Jawa Barat berkapasitas 2 juta ton per tahun dengan nilai ekspansi US$ 61,1 juta. Konstruksi cement grinding ini dimulai pada tahun ini dan akan rampung pada kuartal III-2016.

Selain itu, Semen Indonesia juga membangun waste heat recovery power generator (WHRPG) berkapasitas 30,6 mega watt (MW) dengan nilai US$ 49,3 juta. Proyek yang berlokasi dekat pabrik Tuban tersebut digarap pada kuartal IV-2014, dan bakal selesai pada kuartal IV-2016.

"Sampai saat ini kami pun masih mengkaji untuk membangun power plant baru. Bisa saja, total nilai investasi selama lima tahun itu akan berubah jika ada proyek baru," terang Ahyanizzaman.

Selain power plant, salah satu proyek baru yang tengah direncanakan Semen Indonesia adalah pabrik semen berkapasitas tiga juta ton di Aceh. Pabrik tersebut diperkirakan akan mulai dibangun pada 2016.

"Jika pabrik Aceh dapat dibangun pada 2016, diprediksi selesai pada 2019. Nilai investasinya kemungkinan sama dengan pabrik Rembang," jelas Ahyanizzaman.

Lebih lanjut, Semen Indonesia akan merampungkan dua pembangunan packing plant di Pontianak dan Balikpapan pada tahun ini. Masing-masing memiliki investasi US$ 10 juta dan US$ 11 juta. Packing plant yang masing-masing berkapasitas 600 ribu ton per tahun tersebut dibangun sejak kuartal I-2014.

Ahyanizzaman menambahkan, perseroan terbuka pada sejumlah opsi untuk pendanaan ekspansi selama lima tahun. Apabila ekspansi proyek, selain dari kas internal, perseroan akan mencari sebagian kebutuhan dana melalui pinjaman bank. Di luar itu, jika perseroan berniat melakukann refinancing utang, maka sumbernya bisa dicari melalui obligasi.

"Sumber pendanaan tergantung kondisi pasar ketika rencana akan direalisasikan. Misalnya, kami akan mulai menarik sebagian fasilitas pinjaman dari Bank Mandiri yang senilai Rp 1,9 triliun. Lalu, sebagian lagi akan ditarik tahun depan,"pungkas dia.

Kinerja
Belum lama ini, Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto mengatakan, hingga semester I-2015, perseroan mengalami penurunan penjualan sebesar -3 persen dibanding volume penjualan periode sama tahun lalu. Kondisi ini dipicu oleh penurunan penjualan semen di sejumlah daerah strategis akibat tersendatnya sejumlah proyek infrastruktur pemerintah Indonesia.

Agung menambahkan, manajemen Semen Indonesia telah merevisi perkiraan pertumbuhan industri semen tahun ini dari sebesar 6 persen menjadi 0-1 persen. Dengan demikian, kinerja industri semen pada tahun ini diprediksi hanya akan menyamai penjualan 2014 lalu.

Dia mengungkapkan, tantangan di industri semen juga semakin kompetitf, dengan hadirnya para pemain baru. Sedikitnya, ada empat perusahaan semen yang bakal berproduksi penuh pada 2016, antara lain Semen Merah Putih, Semen Anhui Conch, Siam Cement, dan Semen Pan Asia.

Para pemain baru tersebut menambah daftar perusahaan semen yang beroperasi di Tanah Air menjadi 13 pemain. Adapun, kini pulau Jawa telah dijejali oleh 11 perusahaan semen.

"Produk semen selalu terkait dengan brand minded. Semen Indonesia mencoba utuk mempertahankan pangsa pasar di posisi 43 persen," jelas dia.

Agung mengungkapkan, di tengah kondisi industri semen seperti sekarang ini, perseroaan kemungkinan menahan ekspansi yang siginifikan. "Selain meneruskan proyek yang sudah ada, kami belum lagi ada ekspansi baru, mungkin baru bisa di tahun depan. Tergantung kondisi," tandasnya.

Tahun lalu, kapasitas terpasang pabrik Semen Indonesia mencapai 31,8 juta ton. Pada tahun diperkirakan menjadi 32,3 juta ton, dan meningkat menjadi 38,3 juta ton pada 2016.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon