Ramadan dan Idul Fitri, Kapolda Metro Klaim Jakarta Aman
Senin, 27 Juli 2015 | 15:20 WIB
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengklaim situasi di Ibukota Jakarta aman dan angka kejahatan serta kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan, selama 16 hari Operasi Ketupat Jaya 2015.
"Hasil anev (analisa dan evaluasi), segi statistik hampir semua kejahatan menurun, kemudian kemacetan jelas masih menurun, dan arus mudik relatif lancar semua. Saya sendiri mengecek jalur Tangerang dan Bekasi, di tol maupun non tol lancar semua," ujar Tito, di Mapolda Metro Jaya, Senin (27/7).
Dikatakan Tito, puncak arus balik terjadi antara Jumat (24/7) dan Sabtu (25/7). Namun, pada Rabu (22/7), sejumlah pegawai juga sudah ada yang balik ke Jakarta karena telah masuk kerja. "Terakhir, hari Minggu relatif banyak terutama di bandara (Bandara Soekarno-Hatta) itu cukup tinggi. Jadi relatif arus mudik dan arus balik cukup bagus," ujarnya.
Ia menyampaikan, kasus-kasus pencurian rumah kosong juga relatif turun. Polda Metro Jaya dan jajaran memang sudah melakukan antisipasi sebelumnya. "Pengamanan rumah kosong kita sudah punya cara bertindak sendiri, termasuk tempat penitipan. Ada patroli, sehingga kasus-kasus rumah kosong relatif menurun," kata Tito.
Menurutnya, dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya, tidak ada aksi-aksi swepping dari organisasi kemasyarakatan. "Malam takbiran, Alhamdulillah juga aman dan lancar," ujar Tito.
Berdasarkan data yang dihimpun, perbandingan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat secara umum di wilayah hukum Polda Metro Jaya mengalami penurunan.
Pada 2014, terjadi 699 kasus gangguan Kamtibmas di Jakarta. Sementara, pada 2015 ada 479 kasus. Artinya, turun sebanyak 31 persen.
Tangerang Kabupaten, menempati posisi pertama terjadinya gangguan Kamtibmas selama Operasi Ketupat Jaya mulai 10 sampai 25 Juli 2015, dengan jumlah 65 kasus. Diikuti Jakarta Utara 62 kasus dan Jakarta Barat 49 kasus.
Sementara itu, perbandingan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas selama Operasi Ketupat Jaya antara 2014 dengan 2015 juga mengalami penurunan.
Pada 2014, jumlah kecelakaan sebanyak 106 peristiwa dengan korban berjumlah 150 orang. Korban meninggal dunia sebanyak 11 orang, luka berat 56 orang, dan luka ringan 83 orang. Jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan sebanyak 164 unit, serta mengalami kerugian sebesar Rp 245 juta.
Sedangkan pada 2015, terjadi 87 kasus kecelakaan dengan jumlah korban sebanyak 123 orang (turun 25 persen). Korban meninggal enam orang (turun 45 persen), luka berat 34 orang (turun 39 persen), dan luka ringan 78 orang (turun 6 persen). Jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan sebanyak 123 unit (turun 25 persen), dan kerugian materi sebesar Rp 127,1 juta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




