Pertemuan Bilateral Jokowi dan PM Inggris Bahas Lima Hal

Senin, 27 Juli 2015 | 21:38 WIB
ES
FH
Penulis: Ezra Sihite | Editor: FER
Presiden Joko Widodo (kiri) menunjukkan sejumlah bangunan yang ada di kompleks Istana Kepresidenan kepada PM Inggris David Cameron (kanan) di Teras Istana Merdeka, Jakarta, 27 Juli 2015.
Presiden Joko Widodo (kiri) menunjukkan sejumlah bangunan yang ada di kompleks Istana Kepresidenan kepada PM Inggris David Cameron (kanan) di Teras Istana Merdeka, Jakarta, 27 Juli 2015. (Antara/Widodo S Jusuf)

Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan, ada lima hal yang dibahasnya dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, David Cameron. Dalam pertemuan dengan Cameron, kata presiden, sangat produktif.

"Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan itu antara lain permintaan bagi pembebasan visa kunjungan wisata bagi warga negara Indonesia," kata Presiden Joko Widodo soal hal pertama yang dibahas bersama PM Inggris di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/7).

Untuk hal kedua, lanjut Jokowi, dibicarakan pula permintaan kerjasama pembebasan visa bagi pemegang paspor dinas dan diplomatik. Ketiga, penegasan PM Inggris David Cameron soal penghormatan integritas wilayah Republik Indonesia. Keempat, komitmen kedua negara dalam meningkatkan ekonomi terutama harapan Indonesia terhadap diversifikasi investasi Inggris yang awalnya minyak dan gas berubah ke bidang infrastruktur.

"Untuk yang kelima, membahas pertemuan bisnis yang akan dilakukan tanggal 28 Juli 2015 yang akan dihadiri sedikitnya 30 delegasi bisnis perusahaan asal Inggris," tambah Presiden.

Dalam pertemuan itu, lanjut dia, diteken pula empat nota kesepahaman yaitu nota kesepahaman tentang kemaritiman, nota kesepahaman tentang ruang angkasa sipil, nota kesepahaman bidang pemberantasan terorisme dan tindak kejahatan lintas batas, kemudian nota kesepahaman tentang kerjasama kemitraan riset dan inovasi.

Dalam pertemuan itu, kata Jokowi, dibahas pula agar dialog antaragama Inggris dan Indonesia terus dilakukan. Indonesia, jelas Presiden, juga menyambut baik progres postif isu regional dan global termasuk adanya kesepakatan nuklir yang telah dicapai dengan Iran melalui B5 plus One.

"Dan sebagai sesama negara besar dan anggota G20, kami juga membahas berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama," imbuh presiden.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon