Anak Korban Kekerasan di Cipulir Pilih Diasuh Budenya
Selasa, 28 Juli 2015 | 20:23 WIB
Jakarta - Anak korban kekerasan yang diduga digergaji oleh ibunya sendiri, GT (12), memilih diasuh pihak ketiga dari keluarga yakni budenya, Endang Srikarti Handayani (55). GT sebelumnya sebulan lebih tinggal di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Kondisi GT saat berada di RPSA terlihat sehat dan ceria.
Kepala Panti Sosial Marsudi Putra Handayani yang membawahi RPSA, Neneng Heryani mengatakan, pihaknya telah memutuskan memberikan alih sementara pola asuh GT pada budenya sendiri. Neneng mengaku telah melakukan upaya pendekatan pada keluarga terdekat GT dengan melakukan diskusi dan menganalisa selama sebulan terakhir.
"Kami sudah dekati keluarga terdekat dengan family tracing. Kami diskusi, kami analisa, hingga memutuskan untuk memberikan pola asuh sementara ke Ibu Endang," ujar Neneng di RPSA, Selasa (28/7).
Neneng menuturkan, selama diasuh oleh Endang, pihaknya tetap akan melakukan pengawasan tiga bulan sekali. Ia memastikan tidak ada batas waktu bagi Endang selama mengasuh GT. Selain GT, kakak dan adiknya pun turut diasuh oleh Endang selama ibu kandung mereka masih ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. "Ya memang paling baik GT diasuh keluarganya sendiri, tidak bisa selamanya berada di panti," katanya.
Sementara itu, Endang mengaku bersedia mengasuh GT lantaran ia prihatin dengan kondisi keponakannya itu. Menurutnya, peristiwa ini terjadi hanya karena miss komunikasi antara ibu dan anak maupun sebaliknya. "Saya begitu dengar informasi ini prihatin, harus segera ditindaklanjuti tidak boleh berlama-lama. Apalagi anak masih dalam masa asuhan harus dalam perlindungan," tutur Endang.
Pengasuhan GT pun dilakukan atas keinginan dari GT maupun ibunya sendiri. Ayah GT yang telah berpisah dengan ibunya, menurut Endang, juga telah menjenguk anaknya. Kendati demikian GT tetap memilih diasuh Endang ketimbang ayah kandungnya.
"Kita harus tanya dulu ke anak-anak, yang nyaman di hati untuk urus mereka. Ternyata mereka bilang, 'aku ikut bude'. Kita juga tanya kangen sama mama apa enggak, katanya kangen," ucapnya.
Ia mengaku tak keberatan mengasuh GT bersama dua orang saudaranya. Endang saat ini sudah tak memiliki tanggungan karena kedua anak kandungnya telah berkeluarga.
Sebelumnya diketahui, GT diduga mengalami kekerasan oleh ibu kandungnya, LSR (47) di rumahnya di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan. GT kemudian kabur ke rumah tetangganya karena tak tahan dengan perlakuan ibunya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




