Debit Katulampa Terus Menurun

Jumat, 31 Juli 2015 | 11:44 WIB
VS
B
Penulis: Vento Saudale | Editor: B1
Bendung Katulampa di Kota Bogor kekeringan, dengan debit air nol pada musim kemarau tahun ini, 25 Juli 2015.
Bendung Katulampa di Kota Bogor kekeringan, dengan debit air nol pada musim kemarau tahun ini, 25 Juli 2015. (Vento Saudale)

Bogor - Debit air bendung Katulampa terus menurun. Angka terendah mencapai 1.800 liter per detik. Dalam kondisi normal, bendung Katulampa dapat teraliri hingga 6.000 liter air per detik. Sedangkan di musim penghujan, debit air mencapai 68.094 liter per detik.

Kepala Pengawas Bendung Katulampa Adi Sudirman dalam keterangannya, Jumat (31/7) menuturkan, surutnya air di Bendung Katulampa berdampak besar bagi sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Bogor, Depok, serta Jakarta. Pintu air yang mulai beroperasi sejak 1912 itu menjadi pengatur debit air irigasi persawahan di beberapa wilayah tersebut. Kondisi kering juga mulai merusak ekosistem yang ada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.

"Kekeringan tahun ini merupakan terparah kedua sejak 1997 yang hanya teraliri 1.200 per detik. Pada musim kemarau 2014 mencapai 3.000 liter per detik, dan Juni-Juli 2015 hanya mencapai 1.800 liter per deik," ujar Adi

Tak hanya itu, krisis air di bendung Katulampa juga mempengaruhi pasokan air ke kawasan Istana Bogor. Saat ini, istana hanya mendapat jatah 100 liter per detik yang kemudian harus dibagi dengan kebutuhan air di Kebun Raya Bogor. "Saat ini, bendung hanya mampu mengaliri 100 liter per detik untuk kompelek istan dari normal 200 liter per detik," kata Adi.

Untuk irigasi, Adi menyiasati dengan membuka pintu air bendung secara bergantian. Kota Bogor dialiri pada pagi hari dengan jatah 500 liter per detik. Sedangkan Kabupaten Bogor mendapat giliran sore hari sebanyak 1.100 liter air per detik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon