Jaga Populasi, KKP Tebar Bibit Rajungan

Rabu, 5 Agustus 2015 | 00:06 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Rajungan.
Rajungan. (Ist/Ist)

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan program "restocking" atau menebar benih ke alam sebagai upaya guna menjaga populasi rajungan yang berada di kawasan perairan Indonesia.

"KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya terus bisa melakukan penebaran benih ke alam atau 'restocking' dalam rangka menjaga populasi rajungan yang ada di perairan," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (4/8).

Slamet memaparkan, rajungan merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekspor penting bagi Indonesia. Menurut dia, permintaan pasar global terhadap komoditas tersebut terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

"Data sementara volume ekspor rajungan dan kepiting pada 2014 adalah 28.090 ton dengan nilai US$ 414,3 juta. Sedangkan Jawa Tengah sendiri, pada 2014, volume ekspor rajungannya mencaai 1.075 ton dengan nilai US$ 22,3 juta," katanya.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP berpendapat, ketergantungan produksi rajungan dan kepiting dari hasil penangkapan alam mengakibatkan menurunnya jumlah populasi rajungan maupun kepiting.

Untuk itu, lanjutnya, agar masyarakat terus bisa memanfaatkan sumberdaya alam tersebut secara berkelanjutan, perlu dilakukan beberapa upaya antara lain melakukan "restocking".

"Benih rajungan ini merupakan hasil pembenihan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara," jelas Slamet.

Ia juga mengemukakan bahwa apabila penangkapan di alam tidak diikut dengan penebaran yang dilakukan secara terencana dan terjadwal, populasi rajungan akan mengalami penurunan.

Melalui usaha pembenihan, restocking benih dan pembatasan penangkapan kepiting, rajungan dan juga lobster, ujar dia, maka usaha budidaya perikanan yang ramah laingkungan, efektif, efisien dan mendukung keberlanjutan akan dapat dijalankan.

"Keberlanjutan usaha-usaha perikanan termasuk rajungan dengan memperhatikan aspek ekologi, sosial dan ekonomi di masa yang akan datang, pada akhirnya akan mewujudkan visi keberlanjutan sumberdaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia," ucap Slamet.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon