Ngebut, Metromini Lindas Bocah SD

Rabu, 5 Agustus 2015 | 15:14 WIB
CF
YD
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: YUD
Ilustrasi garis polisi.
Ilustrasi garis polisi. (Istimewa)

Jakarta - Seorang bocah perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Rabu (5/8) tewas mengenaskan setelah terlindas angkutan Metro Mini Nomor 41 Jurusan Tanjung Priok-Pulo Gadung dengan nomor polisi B-7896-EM.

Korban diketahui bernama Septi Aulia Ramadhan (7), siswi yang bersekolah di SDN 05 Rawa Badak Selatan (RBS) dan sedang diantarkan oleh‎ Rasmi (42) , ibunya mengunakan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi B-3058-UFJ yang dalam kecelakaan tersebut hanya mengalami luka lecet pada bagian tangan dan kaki.

Kecelakaan fatal tersebut bermula saat kendaraan Metro Mini yang sedang melintas di Jalan Plumpang Semper, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, hendak mendahului sebuah kendaraan truk‎ yang ada di depannya namun gagal mendahului dan menyerempet sepeda motor yang ditumpangi korban.

Korban yang diketahui berdomisili di Jalan B Raya, RT001/RW011, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara itu saat itu mengendarai sepeda motornya agak ke jalur tengah karena menghindari galian proyek yang sedang dikerjakan di jalan tersebut.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Sudarmanto, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (5/8) Pukul 05.45 WIB‎ saat Metro Mini melintas dengan kecepatan tinggi dari arah Jalan Yos Sudarso Plumpang menuju perlimaan Semper.

"Saat melintasi Jalan Yos Sudarso dari Jalan Alur Laut saat berada di depan Gang Mesjid, Metro Mini tersebut berupaya ‎menyalip truk yang berjalan agak lambat di depannya, tapi karena dari arah berlawanan ada kendaraan sejenis, Metro Mini itu kembali ke jalurnya tanpa memperhatikan sepeda motor yang dikendarai ibu korban," ujar Sudarmanto, Rabu (5/8) siang.

Akibatnya, Metro Mini tersebut menyenggol sepeda motor ibu korban, dan membuat keduanya terjatuh di jalan yang dipenuhi proyek galian pipa Pertamina Gas dan PGN di sisi kiri jalan serta galian ‎kabel listrik PLN pada bahu kanan jalan.

"Saat terjatuh dari sepeda motornya, si anak terpental ke sisi tengah jalan dan terlindas ban Metro Mini, sedangkan si ibu terpental ke bahu kiri‎ jalan bersama sepeda motornya," tambahnya.

Bocah malang tersebut langsung meninggal di lokasi kejadian kecelakaan yang berdekatan dengan sebuah mini market, ‎dan segera dibawa oleh mobil jenazah ke RSCM untuk menjalani proses autopsi, sedangkan ibu korban dibawa ke Rumah Sakit Mulya Sari untuk menjalani perawatan pertama.

"Si supir saat itu langsung kabur dengan keluar dari kendaraannya dan berlari menuju ke Jalan Bendungan Hilir yang saat itu sedang ramai dengan aktivitas jual beli warga, saat ini masih kita lakukan pengejaran terhadap supir tersebut sedangkan kendaraan Metro Mini kita amankan di markas," jelas Sudarmanto.

Sementara itu, Manan (56), salah seorang saksi mata yang juga merupakan Pekerja Harian Lepas (PHL) Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara yang berada di lokasi saat terjadi kecelakaan, mengatakan ‎kendaraan korban saat itu berada di jalur agak tengah karena di bahu kiri jalan masih terdapat lubang galian dan material pengerjaan proyek pipa gas.

Menurutnya, sudah banyak terjadi kecelakaan akibat pengerjaan proyek yang memakan sepertiga satu lajur ‎dari arah Plumpang menuju perlimaan Semper itu.

"Tidak ada kecelakaan saja, jalan di sini sudah macet karena lebar jalan menyempit karena lubang galian, apalagi ada laka seperti ‎ini, kemacetan tadi sangat parah karena menunggu mobil jenazah datang mengevakuasi korban," kata Manan.

Kecelakaan tersebut menambah daftar panjang kecelakaan tewas di wilayah kota administrasi Jakarta Utara yang dikenal sebagai jalur tengkorak karena tingginya angka kecelakaan sepeda motor.

Pasalnya saat ini selain banyak kondisi jalan yang rusak karena dampak banjir pada Februari lalu, banyak lokasi di Jakarta Utara yang terkena dampak pengerjaan berbagai macam proyek, salah satunya yakni proyek Akses Tol Tanjung Priok, proyek sambungan Pipa milik PGN dan Pertamina Gas, serta berbagai penggalian oleh PLN dan PAM Jaya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon