Gandeng SMK, Evercoss Ciptakan Program Inisiatif DNA

Rabu, 5 Agustus 2015 | 23:28 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER


Program Inisiatif DNA sudah berlangsung untuk angkatan pertama di enam SMK.
Program Inisiatif DNA sudah berlangsung untuk angkatan pertama di enam SMK. (Istimewa)

Jakarta - Sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan ICT (Information Communication Technology), Evercoss menjalin kerjasama dengan yayasan pendidikan Meruvian untuk merancang program Inisiatif DNA (Device, Network, Application) dengan menggandeng SMK yang ada di Indonesia.

Ricky Tanudibrata, Chief Marketing Officer Evercoss, Ricky Tanudibrata mengatakan, saat ini program Inisiatif DNA sudah berlangsung untuk angkatan pertama di enam SMK.

"Untuk kedepannya, kami menargetkan 100 SMK di Jawa Timur, 100 SMK di Jawa Tengah, 100 SMK di Jawa Barat dan 100 SMK di Sumatera," ujar Ricky dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (5/8).

Evercoss, lanjut dia, merancang program ini dengan harapan bisa menjadi solusi terhadap persoalan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Saat ini, terdapat lebih dari 11.000 SMK yang beroperasi di Indonesia. Namun, seringkali output-nya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan industri dan lapangan kerja yang ada," tambah dia.

Lebih lanjut Ricky mengatakan, salah satu hasil program Inisiatif DNA telah dipertontonkan dalam ajang pameran SMK NU dalam rangka Muktamar Nahdhatul Ulama di Jombang, Jawa Timur. "Di ajang tersebut SMK NU sudah ada yang menghasilkan karya dari program yang kami lakukan," tegas Ricky.

Pada tahap awal, lanjut dia, bentuk kerjasama yang dijalin dengan cara memberi pelatihan selama satu minggu penuh kepada para guru SMK. Pelatihan diberikan secara intensif dan bersertifikat dari tim Evercoss, dan Meruvian seputar topik DNA.

"Lalu, pihak EVERCOSS dan Meruvian akan berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk mengintegrasikan konten DNA yang telah diajarkan ke dalam kurikulum pendidikan siswa selama dua semester," jelas Ricky.

Selanjutnya, kata dia, para guru akan mengajarkan topik DNA kepada para murid menggunakan fasilitas dan komponen yang sudah disediakan, sambil diawasi oleh pihak Evercoss dan Meruvian. Nantinya, para murid yang lulus juga akan menerima sertifikasi yang menunjukkan bahwa mereka memiliki kompetensi di bidang Device, Network, dan Application (DNA).

"Harapannya, para siswa SMK akan memiliki pengetahuan dan kemampuan ICT yang cukup sebagai bekal di dunia kerja nanti. Mereka juga akan memiliki peluang meniti karir di Evercoss, dan operator telekomunikasi dengan bekal ilmu DNA yang sudah didapatkan. Evercoss sendiri, memiliki aspirasi untuk menghubungkan setiap insan masyarakat ke berbagai peluang dan kesempatan baru dengan menggunakan smartphone berkualitas, dan ini merupakan salah satu cara mencapai hal tersebut," papar Ricky.

Kurikulum Berbasis DNA

Untuk merealisaaikan program Inisiatif DNA, menurut Ricky, diperlukan kurikulum tersendiri. Untuk kurikulum Device, lanjutnya, lembaga pendidikan SMK akan mempelajari ilmu-ilmu seputar perangkat keras dari ponsel fitur (feature phone), smartphone, dan tablet Android yang disediakan oleh Evercoss.

"Kami sudah menyiapkan sekitar 90.000 ribut unit ponsel untuk dihibahkan secara bertahap kepada SMK yang sudah menjalin kerjasama dengan progam ini," ungkap Ricky.

Lebih lanjut Ricky mengatakan, pada tahap awal para murid akan mempelajari setiap komponen dan teknologi perangkat keras dengan cermat, lalu akan dilatih untuk membongkar pasang dan merakit ulang setiap produknya, serta mendapat panduan tentang perbaikan produk.

"Semua ini dilakukan agar para siswa bisa menjadi tenaga kerja yang siap diserap di service center nantinya," tambah dia.

Untuk bagian network, kata Ricky, pihaknya dan Meruvian akan menggandeng salah satu operator ternama untuk mengajarkan para siswa tentang seluk beluk jaringan telekomunikasi.

Sedangkan di bagian aplikasi (Application), Meruvian sebagai yayasan pendidikan dengan pengalaman lebih dari 10 tahun akan mengajarkan ilmu perangkat lunak (software) yang dibutuhkan untuk menciptakan konten dalam sistem operasi Android.

"Beberapa hal yang akan diajarkan mencakup praktek penggunaan berbagai teknologi software Android terbaru seperti HotKnot dan Smart Access," tambah Ricky.

Selan itu, lanjutnya, para siswa juga akan mempelajari bahasa pemrograman Java dan HTML5 yang sangat penting dalam pengembangan sistem operasi Android.

"Dengan ilmu ini, para siswa dapat membuka lebih banyak peluang dan kesempatan untuk ikut berprestasi menciptakan aplikasi dan konten yang bermanfaat di berbagai produk Android," jelas Ricky.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon