Jack Ma

Contoh buat Pengusaha

Jumat, 7 Agustus 2015 | 11:46 WIB
IS
AB
Penulis: Iwan Subarkah | Editor: AB
Presiden Direktur Alibaba, Jack Ma
Presiden Direktur Alibaba, Jack Ma (Istimewa)

Jack Ma, mantan guru bahasa Inggris yang kemudian sukses luar biasa dengan bisnis e-commerce di bawah bendera Alibaba, adalah contoh sekaligus model bagi para pengusaha yang juga ingin mengecap keberhasilan.

Video-video 10 kunci sukses sebagai pengusaha yang dibuat Evan Carmichael, seorang pengusaha asal Kanada, juga mengumpulkan 10 tips menjadi sukses ala Jack Ma, berdasarkan penuturannya sendiri dalam berbagai kesempatan.

Ma mendirikan dan membawa Alibaba Group menjadi raksasa e-commerce di negaranya. Ia menjadi sorotan dunia yang belum pernah dilakukan pengusaha Tiongkok mana pun, saat pada September 2014 meraih rekor US$ 25 miliar dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Alibaba di Bursa New York, AS.

Lewat Ant Financial Services Group, ia mengembangkan bisnis pembayaran online Alipay menjadi jasa finansial, termasuk sebuah consumer money market fund dan sebuah bank privat. Ma juga memiliki belasan investasi lain, dari kepemilikan saham di sebuah klub sepakbola hingga studio pembuatan film. Selain itu, Ma seorang filantropis aktif. Dia duduk di dewan Breakthrough Prize in Life Sciences bersama sesama miliarder global, Mark Zuckerberg dan Yuri Milner.

Memang betul, anak seorang musisi dan pendongeng dari Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, berusia 50 tahun ini juga seorang miliarder. Kekayaannya per 15 Juli 2015, menurut Forbes, mencapai US$ 22,2 miliar atau yang ke-33 terbanyak di dunia.

Saat berbicara pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Januari 2015, Ma mengatakan, visinya adalah melayani dua miliar konsumen dan membantu 10 juta pengusaha kecil di luar Tiongkok untuk menjual produknya lewat internet.
Saat ini Alibaba melayani 300 juta orang yang bertransaksi via portal-portalnya. Sepertiga di antaranya mencatat 60 juta transaksi harian dengan 10 juta pengusaha kecil yang sebagian besar berasal dari Tiongkok.

"Saya berpikir bagaimana menjadikan Alibaba itu platform global bagi pengusaha kecil di seluruh dunia. Visi saya adalah membantu pengusaha kecil di Norwegia menjual produknya ke Argentina dan konsumen Argentina bisa membeli produk-produk secara online dari Swiss. Kami bisa membangun sebuah e-WTO," tutur Ma.

WTO, tambah dia, adalah sebuah organisasi sangat besar tapi merupakan cerita abad lalu. "Hari ini, internet bisa membantu para pengusaha kecil menjual produk-produknya lintas samudra. Saya berharap kami bisa melayani dua miliar konsumen dan membantu 10 juta pengusaha kecil di luar Tiongkok," tandas Ma.

Ia mengaku ingin menyaksikan Alibaba mengungguli Walmart dari sisi penjualan dalam tempo 10 tahun. Ma menekankan, sukses berasal dari tanggung jawab berat untuk memastikan bahwa ia dan timnya bisa membayar kepercayaan publik. Sebab, dalam bisnis e-commerce, kepercayaan adalah nomor satu. Hasratnya untuk sukses berasal dari asanya menginspirasi para anak muda di Tiongkok.

"Jika kami bisa sukses, 80 persen anak muda di Tiongkok juga bisa sukses. Sebab seperti saya, mereka juga tidak memiliki warisan kekayaan dari orangtuanya," tutur Ma.

Berdasarkan video yang dikumpulkan Carmichael itu, singkatnya kunci sukses pertama menurut Ma adalah tahan banting atau jangan patah arang jika sering mendapat penolakan. Kedua, jangan putus harapan. Ketiga fokus pada budaya, dan keempat, jangan peduli bila dibilang si kecil.

Lalu kelima, dapatkan inspirasi dari mana saja. Keenam, tetap fokus dan berani berkata tidak. Ketujuh, pilih nama perusahaan yang bagus. Kedelapan, konsumen adalah raja. Kesembilan, jangan mengeluh dan selalu melihat peluang. Kesepuluh, miliki passion sedari awal.

Mengenai kunci sukses yang pertama, Ma dalam acara WEF itu menjelaskan bagaimana penolakan-penolakan di masa awal kehidupannya justru memperkuat tekadnya untuk sukses.

"Saya pernah melamar ke KFC. Dari 24 orang yang diwawancara, 23 diterima. Hanya saya yang ditolak. Universitas Harvard menolak saya 10 kali. Tapi saya berkata pada diri sendiri, suatu hari nanti saya akan mengajar di sana," tegas Ma.

Ia juga mengatakan, film-film Hollywodd adalah salah satu sumber inspirasi terbesar dalam hidupnya. Secara khusus ia menyukai Forrest Gump. "Saya suka Forrest Gump. Dia orang yang simple, tapi tidak pernah menyerah," kata Ma.

Di luar 10 kunci suksesnya yang dibagikan Carmichael via Youtube itu, Ma juga pernah mengatakan,"Jika kamu miskin hingga usia 35 tahun, mungkin karena kamu memang layak menerimanya. Miskin hingga usia tersebut bisa terjadi karena seseorang tidak memiliki ambisi."

"Sebelum mendirikan Alibaba, saya mengundang 24 teman ke rumah untuk membahas peluang usaha e-commerce. Setelah berdiskusi dua jam, mereka masih bingung. Saya lalu berkata mungkin kurang bisa menjelaskannya dengan baik. Lalu, 23 dari 24 teman itu meminta saya membatalkan ide bisnis e-commerce dengan berbagai alasan," tutur Ma.

Alasan itu, antara lain bahwa Ma disebut tidak tahu apa pun tentang internet. Yang lebih penting lagi, dia tidak memiliki modal awal untuk memulai usaha tersebut.

"Hanya ada satu teman yang waktu itu karyawan bank mengatakan, jika memang ingin melakukannya, coba saja. Jika hasilnya tidak sesuai harapan, kamu bisa selalu mengevaluasi apa yang sudah dilakukan. Saya memikirkannya semalaman lalu keesokan harinya saya memutuskan akan menerjuninya, sekalipun 24 teman itu menentang ide tersebut," papar Ma.

Setelah Alibaba mulai berjalan, lanjut Ma, keluarga dan juga teman-teman menolak keras. Ia lalu sadar bahwa kekuatan terbesar bukanlah kepercayaan diri terhadap internet dan potensi yang dikandungnya, tapi lebih dari itu.

"Apa pun yang kita lakukan, mau gagal atau sukses, pengalaman merupakan kesuksesan itu sendiri. Kamu harus terus berusaha dan jika tidak berhasil, kita bisa selalu menelisik ke belakang, apa saja yang sudah dilakukan," ujar Ma.

Orang mengalami keterpurukan dalam hidupnya, menurut Ma, karena empat penyebab. Pertama, tidak bisa membaca peluang, kedua, menyia-nyiakan peluang-peluang yang ada, ketiga, kurang pemahaman, dan keempat, tidak bertindak cukup cepat.

"Jadi, kami miskin karena tidak memiliki ambisi. Ambisi itu yang bisa membantu terwujudnya cita-cita besar. Ia adalah sasaran luar biasa dalam hidup yang harus direalisasikan," kata Ma.

Di dunia ini, kata dia, ada hal-hal yang dianggap susah dilakukan. Padahal sebenarnya, tidak ada satu hal pun yang tidak bisa dilakukan. "Kedalaman ambisi seseorang akan menentukan potensi masa depannya," kata Ma.

Sebuah artikel di Forbes menyatakan, perlambatan pertumbuhan Tiongkok juga dicirikan oleh ketimpangan struktural akibat pembangunan berbasis investasi dan proyek-proyek selama 30 tahun sebelumnya. Di tengah ketimpangan itu, proyek-proyek investasi skala besar tidak lagi efektif menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Apa yang mendorong Tiongkok saat ini adalah berkurangnya perusahaan milik negara dan lebih banyak pengusaha serta perusahaan-perusahaan swasta, seperti miliarder Jack Ma dan Alibaba Group-nya," demikian artikel tersebut. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon