Hadiah Juara 1 Piala Kemerdekaan Naik Jadi Rp 1,5 Miliar
Sabtu, 8 Agustus 2015 | 08:14 WIB
Jakarta - Anggota Tim Transisi, Zuhairi Misrawi mengatakan Presiden Joko Widodo meminta kepada peyelenggara termasuk untuk menambah jumlah hadiah bagi klub juara Piala Kemerdekaan 2015.
"Presiden minta hadiahnya dinaikkan. Juara 1 jadi Rp 1,5 miliar, juara 2 Rp 1 miliar, dan juara 3 Rp 750 juta," katanya di Kempora, Jakarta, Jumat (7/8), setelah sebelumnya bertemu dengan Presiden di Istana Negara.
Sebelumnya, Tim Transisi memutuskan jumlah hadiah untuk juara 1 Rp 500 juta, juara 2 Rp 300 juta, dan juara 3 Rp 200 juta. Namun, Presiden menilai jumlah itu terlalu kecil. "Presiden mengatakan kita harus memberikan kegembiraan dan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada klub peserta," jelas dia.
Untuk memenuhi instruksi Presiden, Zuhairi mengatakan bahwa dirinya bersama operator akan mencari lebih banyak dana melalui sponsor terutama BUMN. Meskipun pelaksanaan Piala Kemerdekaan kurang dari sepekan, ia mengaku optimistis dapat menggaet lebih banyak sponsor dan memenuhi angka tersebut.
Sedangkan untuk match fee yang ditetapkan sejumlah Rp 50 juta, usulan tersebut sudah disetujui Presiden. Hingga kini Tim Transisi belum mengumumkan operator yang akan menjalankan turnamen tersebut karena masih menunggu hasil verifikasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).
"Soal operator atau EO, Senin kita akan sampaikan ke publik karena masih menunggu verifikasi BOPI. Ada beberapa persyaratan legalitas yang harus dipenuhi," kata Zuhairi.
Koordinator Pokja Komunikasi Tim Transisi Cheppy T. Wartono menambahkan operator penyelenggara yang ditunjuk menjadi pelaksana turnamen Piala Kemerdekaan akan diumumkan Tim Transisi pada Senin (10/8).
"Maunya pak Menteri diumumkan Sabtu (8/8), tapi menurut saya dipertemukan terlebih dahulu dengan pihak ketiga, jadi paling lambat Senin (10/8)," ungkapnya.
Ia mengatakan pihak ketiga adalah para sponsor yang akan terlibat dalam penyelenggaraan turnamen tersebut. Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu hasil proses verifikasi dari BOPI sebelum bisa mengumumkan operator tersebut kepada publik.
Terkait dengan regulasi turnamen, ia menjelaskan bahwa segala sesuatunya berada dalam tahap finalisasi. Ia meyakinkan minggu depan persoalan regulasi yang sempat menjadi kendala akan bisa dibereskan.
"Masalah utama kan regulasi, apalagi terkait jadwal pertandingan. Ada klub yang minta main malam, ada yang tidak mau main malam. Jadi tadi kita sudah sepakati semuanya," tuturnya.
Tim Transisi memastikan tak ada hambatan dalam rencana menghelat kompetisi sepak bola Piala Kemerdekaan 2015. Piala Kemerdekaan tetap akan dilaksanakan pada 15 Agustus. Dia menegaskan turnamen bikinan Tim Transisi bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) itu tak akan dimundurkan, apalagi dibatalkan, walaupun masih ada syarat yang belum terselesaikan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




