Dalam 5 Tahun, Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp 592 Triliun
Senin, 10 Agustus 2015 | 13:28 WIB
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan menyampaikan bahwa pasar modal Indonesia sudah berkembang pesat dalam lima tahun terakhir. OJK mencatat, jumlah dana yang dihimpun perusahaan-perusahaan melalui penerbitan surat utang dan penerbitan saham di pasar modal Indonesia mencapai Rp 592 triliun dalam lima tahun terakhir.
"Kapitalisasi pasar per akhir Juli juga mencapai Rp 5.000 triliun," jelas Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Jakarta, Senin (10/8).
Menurut Muliaman, pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan lebih dari 50 persen sejak lima tahun terakhir. Kondisi tersebut menunjukkan peran pasar modal sebagai sumber dana jangka panjang bagi perusahaan-perusahaan.
Untuk semakin mengembangkan pasar modal, OJK juga bakal terus mendorong perusahaan swasta, BUMN dan asing untuk memanfaatkan pasar modal bagi kebutuhan dana jangka panjang.
Selain itu, OJK bakal mendorong masyarakat Indonesia untuk menjadi pemodal-pemodal lokal di pasar modal. Masyarakat didorong untuk menjadi pemilik saham perusahaan-perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI).
OJK juga bakal mendorong jumlah pemodal institusi, terutama dari perusahaan Dana Pensiun (Dapen) dan Asuransi. Selain itu perusaahan Dapen dan Asuransi juga bakal didorong untuk melaksanakan go public.
Untuk mempercepat hal tersebut, OJK bakal menjalankan dua progran penting, yaitu meningkstkan ganti rugi pemodal dari Rp 25 juta menjadi Rp 100 juta serta meluncurkan televisi Indonesia Capital Market.
"Nantinya saluran Tv pasar modal itu disiarkan di Indonesia dan sejumlah negara," jelas dia
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




