Surya Paloh Yakin Tedjo Bisa Menerima Digeser Posisinya

Rabu, 12 Agustus 2015 | 16:17 WIB
ES
YD
Penulis: Ezra Sihite | Editor: YUD
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukam) Tedjo Edhy Purdijatno (tengah) menghadiri kegiatan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Kota Bogor, Jabar, 20 Mei 2015
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukam) Tedjo Edhy Purdijatno (tengah) menghadiri kegiatan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Kota Bogor, Jabar, 20 Mei 2015 (Antara/Jafkhairi)

Jakarta - Ketua Umum partai NasDem Surya Paloh mengatakan, dia dan partainya akan tetap mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekalipun menteri yang berasal dari partai itu, Tedjo Edhy Purdijatno dikeluarkan dari Kabinet Kerja. Menurut Paloh, Tedjo adalah pribadi yang ulet dan mudah memahami sehingga tidak akan mempermasalahkan perombakannya.

"Pak Tedjo barangkali sebagai sahabat sebagai pekerja yang ulet memahami," kata Surya Paloh di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8).

Tedjo Edhy Purdijatno merupakan salah satu menteri yang diganti pada perombakan kabinet kali ini. Tedjo digantikan oleh Luhut Pandjaitan yang masih menjabat sebagai kepala staf kepresidenan.

"Dia (Tedjo) bisa berada dan memberikan pengabdian di mana saja, tak harus jadi anggota Kabinet Kerja. Saya yakin," katanya.

Surya Paloh mengatakan soal reshuffle ini memang sudah dikomunikasikan Jokowi kepada pucuk pimpinan partai-partai pendukungnya, termasuk dengan dirinya. Namun tidak termasuk nama-nama yang akan diganti dan yang menggantikan.

Saat ditanya soal masih perlunya perombakan kabinet untuk posisi kementerian lainnya. Surya Paloh menjawab normatif.

"Enggak tahu saya. Itu kan (hak) presiden," kata Surya Paloh.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon