Bapeten Dapat Masukan Pengawasan Nuklir dari Tim IRRS

Jumat, 14 Agustus 2015 | 21:35 WIB
AR
B
Penulis: Ari Supriyanti Rikin | Editor: B1
Ilustrasi reaktor nuklir
Ilustrasi reaktor nuklir (Istimewa)

Jakarta- Indonesia melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mendapatkan berbagai masukan dan pertukaran pengalaman dalam pengawasan pemanfaatan nuklir dari tim Integrated Regulatory Review Service (IRRS).

Tim IRRS dari International Atomic Energy Agency terdiri dari 20 orang pakar yang berasal dari 15 negara yaitu Amerika Serikat, Australia, Austria, Republik Chech, Finlandia, India, Hongaria, Maroko, Mesir, Pakistan, Swedia, Turki, Thailand, Ukraina, dan Uni Emirat Arab datang ke Indonesia pada tanggal 2-14 Agustus 2015.

Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Jazi Eko Istiyanto mengatakan, dari kunjungan IRRS, diberikan saran dan rekomendasi untuk lebih baik lagi ke depan.

"Kami senang atas kunjungan IRRS karena merupakan negara-negara berpengalaman. Oleh sebab itu, sebagai pengawas, kita harus lebih ke depan dibanding yang diawasi," katanya di sela-sela kunjungan perdana IRRS di kantor Bapaten, Jakarta, Jumat (14/8).

Tujuan kedatangan tim IRRS ke Indonesia memang untuk menganalisis dan mengidentifikasi segala hal yang berhubungan dengan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia.

Dalam detailnya tim IRRS menilai efektivitas peraturan nasional dan prasarana untuk keselamatan nuklir, keamanan radiasi, limbah radioaktif, keselamatan transportasi, dan keamanan sumber radioaktif.

Jazi menambahkan, hasil kunjungan misi IRRS ini sangat penting untuk mengukur kesiapan infrastruktur nasional pengawasan ketenaganukliran. "Termasuk kesiapan pengawasan terhadap PLTN," imbuhnya.

Selain mengunjungi Bapeten, tim IRRS juga mengunjungi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Sekretariat Negara, reaktor serba guna GA Siwabessy di Serpong, instalasi produksi elemen bahan bakar reaktor riset PT INUKI, sejumlah perusahaan instansi pemanfaat tenaga nuklir bidang radiografi, dan bidang medis yakni Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon