Hujan Intensitas Ringan Diperkirakan Turun Bulan November

Selasa, 18 Agustus 2015 | 19:34 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Ilustrasi hujan.
Ilustrasi hujan. (Freedigitalphotos/ vegadsl)

Jakarta – Selain dipengaruhi El-nino, musim hujan atau kemarau juga sangat dipengaruhi oleh angin monsoon atau angin musim. Sehingga meskipun El-nino dengan level kuat masih akan terjadi hingga awal tahun 2016, sebagian daerah di Indonesia akan mulai diguyur hujan pada November 2015.

"Bulan September atau Oktober, musim hujan sebetulnya sudah masuk. Tapi memang masih lemah karena kalah dengan El-nino. Di bulan November nanti, monsoon akan mulai mengaut, sehingga dampak El-nino tidak terlalu besar lagi. Hujan akan mulai turun, meski pun tidak sebesar kalau tidak ada El-nino," kata Kepala Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Tri Handoko Seto di acara diskusi yang digelar Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) di Jakarta, Selasa (18/8).

El-nino, jelas Seto, merupakan anomali (gejala penyimpangan) pada suhu permukaan Samudera Pasifik di pantai Barat Ekuador dan Peru yang lebih tinggi daripada rata-rata normalnya. Peristiwa ini membawa dampak kekeringan panjang di beberapa daerah di Indonesia.

"El-nino dikatakan kuat apabila anomali pada suhu permukaan Samudera Pasifik sudah di atas 1,5 derajat celcius. Bila suhunya 1-1,5 derajat celcius disebut El-nino moderate, 0,5-1 derajat celcius disebut lemah, dan kalau di bawah 0,5 derajat celcius disebut normal. Di bulan Agustus ini, El-nino sudah sampai pada level kuat," jelas Seto.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon