PBB: Sejak Konflik, 6.000 Warga Sipil di Yaman Jadi Korban

Rabu, 19 Agustus 2015 | 11:19 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Sebuah seranagan udara Arab Saudi ke depot senjata di Sanaa pada 20 April lalu diperkirakan menewaskan setidaknya 25 orang. Serangan tersebut menghancurkan KBRI di Yaman dan melukai dua staf KBRI.
Sebuah seranagan udara Arab Saudi ke depot senjata di Sanaa pada 20 April lalu diperkirakan menewaskan setidaknya 25 orang. Serangan tersebut menghancurkan KBRI di Yaman dan melukai dua staf KBRI. (Reuters)

PBB, New York - Komisariat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Urusan Pengungsi (UNHCR), Selasa (18/8) mengatakan, sejak peningkatan konflik pada 26 Maret di Yaman, tercatat sedikitnya 6.221 warga sipil jadi korban.

Korban jiwa tersebut meliputi 1.950 warga sipil tewas dan 4.271 cedera, kata seorang juru bicara PBB di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.

Antara 31 Juli - 14 Agustus, sedikitnya 119 warga sipil tewas atau cedera di Yaman, kata Wakil Juru Bicara PBB, Vannina Maestracci, dalam satu taklimat harian di markas badan dunia itu.

Pada awal Agustus, Ismail Ould Cheikh Ahmed, Utusan Khusus PBB untuk Yaman, bertemu dengan para pejabat di Kairo, Ibukota Mesir, sebagai bagian dari upaya yang dilancarkan untuk mencapai penyelesaian politik bagi konflik Yaman, kata Xinhua, Jakarta, Rabu (19/8). Hampir 100.000 orang telah menyelamatkan diri dari negara Timur Tengah tersebut.

Utusan Khusus PBB itu bertemu dengan Nabil El-Araby, Sekretaris Jenderal Liga Arab, dan bertukar pandangan mengenai situasi di Yaman serta proses perdamaian.

Pengungsi dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal, termasuk di antara orang yang paling rentan di Yaman, dan badan pengungsi PBB itu menyerukan semua pihak dalam konflik Yaman, agar menghormati dan melindungi nyawa serta hak asasi warga sipil.

UNHCR terus menyerukan diberikannya akses tanpa halangan dan gerakan pekerja kemanusiaan, sehingga bantuan dapat mencapai mereka yang memerlukan.

Saat ini, ada lebih dari satu juta orang yang menjadi pengungsi di Yaman, yang terdiri dari 250.000 pengungsi dan lebih dari 21 juta orang memerlukan bantuan.

Lebih dari 46.000 orang, termasuk warga Yaman dan pengungsi telah menyelamatkan diri dari Yamanmenuju Djibouti dan Somalia, sejak konflik meletus pada Maret.

Pada saat yang sama dan sejak awal tahun ini, sebanyak 35.000 orang telah tiba di Yaman dengan naik perahu dari Teluk Aden.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon