Menteri Basuki: Percepat Pembangunan Kawasan Adat La Pago
Kamis, 20 Agustus 2015 | 10:28 WIB
Jakarta- Pemerintah bertekad mengembangkan infrastruktur di wilayah perbatasan untuk menekan kesenjangan ekonomi sosial yang terjadi selama ini. Komitmen pemerintah itu, misalnya ditunjukkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono. Selasa (18/8), dengan mengunjungi Kabupaten Yahukimo, Pegunungan Tengah, Papua, untuk mengecek perkembangan pembangunan infrastruktur di sana, khususnya di Kawasan Adat La Pago (Yahukimo).
Basuki dalam siaran persnya, Kamis (20/8), mengatakan, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat (Kempupera) telah menetapkan sejumlah proyek infrastruktur di sana, antara lain ruas jalan Sumohai-Dekai (Yahukimo)- Oksibil - Iwur - Waropko (Merauke); Ruas jalan Wamena - Habema - Kenyam (membuka akses ke pantai Selatan Papua; Pengembangan Bandara Dekai, di Ibukota Yahukimo.
Bupati Yahukimo, Ones Pahabol, dalam siaran persnya, menyatakan, ia ingin mewujudkan Kabupaten Yahukimo sebagai jendela Pegunungan Tengah Papua. Luas Yahukimo 17.000 km2 memiliki sekitar 109 suku. Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Yahukimo ini, Basuki Hadimuljono didampingi anggota Komisi 5 DPR Pusat, Ellion Numberi, Damayanti Wisnu Putranti, dan Peggy Patipi.
Kabupaten Yahukimo memiliki 51 distrik yg areanya 90 persen di kawasan Pegunungan Tengah Papua. Di wilayah tersebut ada 126 lapangan terbang perintis.
Dari hasil kunjungan ini, Basuki menetapkan ada tiga prioritas pembangunan di Kabupaten Yahukimo yang harus selesai 2016 adalah penyelesaian ruas jalan Dekai-Logpon. Logpon adalah kota pelabuhan sungai, sepanjang 17 km dari Dekai. Di ruas tersebut ada 15 jembatan.
Prioritas kedua adalah penyelesaian jaringan irigasi Yahukimo yang mampu mengairi 3.200 hektare sawah. Menteri Basuki berharap untuk pembukaan lahan sawah pemerintah daerah perlu berkoordinasi dengan jajaran TNI-AD dan Polri.
Ketiga, perbaikan perumahan bagi PNS yg ada serta bantuan untuk perumahan TNI/POLRI sebanyak 90 rumah.
Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Yahukimo, Basuki menyempatkan berkunjung ke Distrik Subaham. Di distrik ini, Menteri Basuki menanda tangani prasasti sebagai komitmen dari pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran. "Pembangunan di Papua disesuaikan dengan tahapan program pemerintah," ujar Basuki.
Data Kempupera, tahun 2015 ini alokasi dana infrastruktur di Papua, sesuai APBN dan DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk Papua, mencapai Rp 5,8 triliuan. Terbagi untuk kegiatan sumber daya air Rp 648 miliar, penyelenggaraan jalan Rp 4,7 triliun, dan pembinaan infrastruktur permukinan Rp 337 miliar.
Basuki menyatakan, tahun 2016 pihaknya akan mengupayakan anggaran untuk Papua naik hingga Rp 10 triliun. Terbagi atas Rp 6 triliun untuk Papua, dan Papua Barat Rp 4 triliun.
Dana tersebut akan dialokasikan, tidak hanya untuk Trans Papua, tapi ada jembatan, ada jalan nasional lainnya. Khusus untuk Trans Papua sendiri Rp 12 triliun. "Kalau mau percepatan pembangunan infrastruktur ya harus sungguh-sungguh. Pasalnya, dampak dari konektivitas dan minimnya infrastruktur memicu disparitas harga-harga barang konsumsi dan nonkonsumsi menjadi sangat kentara," kata Basuki.
Basuki mencontohkan, harga kebutuhan pokok seperti semen mencapai Rp 2 juta per sak di kawasan Pegunungan Tengah Papua. Akibat kondisi ini menyebabkan lambatnya pelayanan pembangunan ke masyarakat di pedalaman Papua.
Percepatan pembagunan infrstruktur di Papua sudah mulai dilakukan. Khusus tol Trans Papua misalnya, Kempupera menargetkan tuntas pada 2018. Perkiraan panjang tol yang akan dibangun mencapai 900 km. Selain jalan tol, pihak Kempupera juga akan membangun perumahan khusus untuk adat agama di Papua yang berjumlah ratusan rumah.
Kempupera telah menyiapkan beberapa program percepatan pembangunan infrastruktur di Papua. Yaitu mempercepat pelayanan infrastruktur sosial dasar masyarakat, membangun infrastruktur wilayah guna mendekatkan sentra-sentra produksi pangan, dan kawasan industri berpola hilirisasi. Selain itu, Kempupera juga merumuskan regulasi yang bersifat afirmatif dalam pembangunan infrastruktur.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




