Film Drama Romantis Joko Anwar Masuk ke Toronto dan Venice Film Festival

Jumat, 21 Agustus 2015 | 19:14 WIB
KT
B
Penulis: Kharina Triananda | Editor: B1
Joko Anwar
Joko Anwar (Beritasatu.com/Kharina Triananda)

Jakarta - Film A Copy of My Mind karya sutradara Joko Anwar berhasil tembus ke Toronto dan Venice Film Festival. Film panjang bergenre drama romantis pertama Joko ini berhasil masuk seleksi Toronto International Film Festival (TIFF) dan masuk kategori Contemporary World Cinema. Film ini dijadwalkan akan tayang pada pertengahan bulan September 2015 di TIFF.

Selain TIFF, film yang dibintangi Chicco Jerikho dan Tara Basro ini juga masuk Venice Film Festival yang diselenggarakan pada 2-12 September 2015 di Venice, Italia. Film ini akan bersaing di kategori Orrizonti Competition dimana kategori ini menyaring film-film yang menunjukkan tren baru perfilman masa kini dari sineas dunia.

"Film ini sudah direncanakan lama dan sudah lama ada di kepala saya. Intinya, melalui film ini saya ingin membuat kapsul waktu tentang Indonesia, khususnya Jakarta. Jadi, kapan pun orang ingin melihat kondisi Indonesia saat ini, ya bisa dari film ini. Jadi, kami buat senatural mungkin," imbuh Joko Anwar pada jumpa pers di Jakarta, Jumat (21/8).

Film yang menghabiskan waktu shooting delapan hari ini hanya dibintangi oleh lima pemain, yakni Chicco Jerikho, Tara Basro, Ario Bayu, Maera Panigoro, dan Paul Agusta. Film ini menceritakan kisah cinta antara Sari (Tara Basro) yang bekerja di salon dan Alex (Chicco Jerikho) seorang alih bahasa untuk DVD bajakan. Film ini dilatarbelakangi oleh situasi sosial dan politik Indonesia saat ini, tetapi tetap didominasi drama romantis.

Selain itu, film ini juga memenangkan predikat salah satu proyek film terbaik di Asian Project Market, Busan International Film Festival 2014 dan mendapatkan hadiah uang sebesar US$ 10.000 dari CJ Entertainment untuk mendukung pra-produksi film ini.

"Kami baru akan menayangkan di bioskop Indonesia pada Februari 2016. Karena festival film internasional biasanya tidak ingin film-film yang lolos seleksi banyak diputar di tempat lain. Jadi, benar-benar world premier di film festival tersebut," imbuh Joko.

Selain itu, lanjut Joko, ia juga ingin memperkenalkan filmnya dulu ke masyarakat dalam waktu yang cukup lama.

"Saya mau bangun awareness masyarakat dulu, jangan sampai setelah rilis film tetapi masih banyak masyarakat yang belum tahu filmnya tayang di bioskop," ujar Joko.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon