AKR-Pelindo Siapkan Rp 1 Triliun untuk Kawasan Industri
Selasa, 25 Agustus 2015 | 04:18 WIB
Jakarta– PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menyiapkan dana Rp 1,03 triliun untuk mengembangkan infrastruktur dasar di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Dana tersebut akan digelontorkan mulai tahun ini hingga Juni 2016.
Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu mengatakan, dana sebesar Rp 1,03 triliun tersebut sudah diperoleh dari konsorsium bank. Konsorsium tersebut terdiri atas tiga bank yakni, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM), dan Indonesia Eximbank.
"Kami perkirakan pinjaman ini akan habis pada Juni tahun depan. Setelah itu, kami akan mencari lagi dana eksternal, termasuk pinjaman bank baru. Namun, jumlahnya belum ditentukan," kata Suresh kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (24/8).
Sementara itu, Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto mengatakan, sampai saat ini, pembangunan infrastruktur fase pertama telah menelan anggaran Rp 3,5 triliun, atau menyerap 70 persen dari total anggaran Rp 5 triliun. Konstruksi tersebut termasuk membangun dermaga seluas 85 hektare (ha) dengan panjang 500 meter. "Hingga Agustus ini kami telah merampungkan 30 persen dari total kebutuhan infrastruktur dasar yang diharapkan selesai pada tahun 2018," kata dia, baru-baru ini.
Sampai saat ini sudah ada lima perusahaan yang serius untuk berinvestasi di JIIPE. Kelima investor tersebut antara lain Cheil Jedang, perusahaan asal Korea di sektor pakan ternak, dan PT Freeport Indonesia yang dikabarkan mengincar 100 ha. Freeport berencana membangun smelter tembaga dengan output copper cathode 75-78 persen ekspor, asam sulfat dan sulfury oxide untuk industri petrokimia domestik.
Kemudian, Uni Chem, produsen garam untuk pasar domestik. Selain itu, PT Clariant Indonesia, perusahaan asal Jerman yang bergerak di bidang kimia dasar, dan satu lagi produsen caustic soda yang masih dalam tahap negosiasi.
Sebagai informasi, kawasan JIIPE memiliki lahan seluas 2.933,2 ha dengan pembagian jenis proyek yaitu industrial estate seluas 1.761,40 ha, residential estate seluas 765,77 ha, dan kawasan pelabuhan 406,10 ha.
Kawasan industri ini dikelola oleh perusahaan patungan antara AKR Corporindo dan Pelindo III. Dengan persentase masing-masing 40-60 persen untuk pelabuhan dan 60-40 persen untuk kawasan industri.
Lebih lanjut, AKR Corporindo telah memperoleh pendapatan dari kawasan industri sebesar Rp 128,3 miliar. Menurut Suresh, puncak penjualan lahan industri JIIPE akan terjadi pada 2017 seiring dengan periode masyarakat ekonomi Asean. Sektor manufaktur diperkirakan terus berkembang pesat. "Kami harapkan pada periode tersebut sudah mencapai setengah dari total target penjualan lahan yang sebesar Rp 6-7 triliun pada 2018 atau 2019," kata Suresh.
Sepanjang semester I-2015. perseroan berhasil meraih laba bersih Rp 605,2 miliar, melesat 61 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp 375,9 miliar. Meskipun laba bersih perseroan meningkat, pendapatan perseroan turun sebesar 8,9 persen menjadi Rp 10,2 triliun, dari Rp 11,2 triliun.
Meningkatnya laba bersih perseroan merupakan imbas dari meningkatnya laba kotor perseroan menjadi Rp 1,1 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 800,7 miliar. Beban pokok penjualan perseroan pada semester I-2015 tecatat Rp 9,1 triliun.
Adapun pendapatan terbesar perseroan berasal dari perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak, sebesar Rp 9,3 triliun. Sementara itu, pendapatan terbesar kedua berasal dari sektor pabrikan yang memproduksi Sorbitol cair dan bubuk di Tiongkok. Lalu, pendapatan dari logistik sebesar Rp 381,2 miliar, pertambangan Rp 26,6 miliar, dan kawasan industri Rp 128,3 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




