3 Penerbangan di Pekanbaru Terlambat Akibat Asap Tebal

Selasa, 25 Agustus 2015 | 09:37 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Petugas bersiaga di depan pesawat yang telah disiapkan untuk berangkat di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru Kalimantan Selatan, Senin (6/10).
Petugas bersiaga di depan pesawat yang telah disiapkan untuk berangkat di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru Kalimantan Selatan, Senin (6/10). (Antara/Hery Murdy Hermawan)

Pekanbaru - Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan mengganggu aktivitas penerbangan, karena jarak pandang menurun drastis, hingga sekitar 400 meter (m). Kondisi ini berdampak pada keterlambatan tiga jadwal penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, Selasa (25/8) pagi.

"Penerbangan tidak berjalan mulus, karena ada beberapa yang sempat berputar-putar beberapa kali, karena jarak pandang hanya berkisar 400 hingga 500 m pagi ini," kata Kepala Divisi Operasi PT Angkasa Pura II, di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Hasturman, di Pekanbaru, Selasa (25/8).

Ia mengatakan, tiga jadwal penerbangan yang mengalami keterlambatan adalah dari maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, dan Citilink. Pilot kesulitan mendaratkan pesawat, karena jarak pandang yang sangat buruk dan dinilai berbahaya bagi penerbangan.

Hasturman mengatakan, pihaknya masih bersyukur karena tidak ada penerbangan yang dialihkan.

"Kami mengutamakan keselamatan. Kalau jarak pandang memang di bawah 1.000 m dan pilot tidak bisa melihat landas pacu, maka tidak akan diberi izin untuk mendarat. Karena itu, pilot berputar-putar di udara sambil mencari celah dan akhirnya semua pesawat sekarang sudah bisa mendarat dengan normal," kata Hasturman.

Ia berharap, asap kebakaran bisa segera hilang terbawa angin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon