Kabut Asap di Pontianak Mulai Ganggu Transportasi Sungai
Rabu, 26 Agustus 2015 | 09:39 WIB
Pontianak - Kabut asap yang menyelimuti wilayah Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) dan sekitarnya mulai menganggu aktivitas masyarakat. Kabut asap yang cukup tebal menyebabkan jarak pandang di sungai menjadi pendek. Akibatnya banyak kapal motor air antardesa dan kecamatan menunda jam keberangkatan karena khawatir terjadi kecelakaan di sungai.
Sumadi (40), motoris salah satu kapal motor jurusan Pontianak-Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, mengatakan sejak beberapa hari ini kabut asap tampak semakin tebal menyelimuti wilayah Kabupaten kubu Raya. Kondisi itu mengakibatkan jarak pandang semakin pendek. "Kita tidak bisa melihat dengan jelas dari arah yang berlawanan," ujarnya kepada SP, Rabu (26/8).
Biasanya, pihaknya sudah berangkat dari Teluk Pakedai menuju Kota Pontianak, sekitar pukul 04.00 WIB. Namun karena kabut asap yang cukup tebal, pihaknya terpaksa menunda keberangkatan hingga pukul 05.00 Wib bahkan lebih siang lagi.
Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan di sungai. Namun dengan menunda keberangkatan itu, warga masyarakat banyak yang terlambat sampai di Kota Pontianak.
Sementara itu, Sutikno bagian Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Supadio Pontianak mengatakan, kondisi cuaca di Kota Pontianak, Rabu (26/8) pagi, masih berasap. Jarak pandang 1.500 meter (m)–2.000 m, sementara pada pagi hari pukul 06.00 WIB–07.00 WIB berada pada 700 m.
Diperkirakan, mulai hari ini akan turun hujan di beberapa daerah tetapi tidak merata. Besok diperkirakan bakal turun hujan dengan intensitas berat di wilayah Kalbar. Sementara titik api terdapat sebanyak 40 titik api dengan konsentrasi di Kabupaten Sintang 18 dan Ketapang 9 titik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




