Djarot: Jemaah Haji Harus Jaga Nama Baik Jakarta

Jumat, 28 Agustus 2015 | 13:54 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Ilustrasi jamaah haji
Ilustrasi jamaah haji (ANTARA FOTO)

Jakarta - Saat melepas 450 calon jemaah haji asal DKI Jakarta di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur (Jaktim), Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meminta seluruh calon jemaah haji yang tergabung dalam kloter 12 mampu menjaga nama baik Provinsi DKI Jakarta, khususnya Indonesia. Mereka akan terbang untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, pada Sabtu (29/8).

"Kami harapkan, para calon jemaah haji bisa membawa nama baik dirinya, Kota Jakarta, dan nama baik Indonesia. Kalian pasti bertemu dengan para caloh jemaah haji dari provinsi dan negara lain di Tanah Suci," kata Djarot di Asrama Haji, Pondok Gede, Jaktim, Jumat (28/8).

Mantan wali kota Blitar ini meminta para calon jemaah haji DKI Jakarta menjaga kesehatan selama menunaikan ibadah. Mereka diharapkan tidak terlalu lelah dan menjaga emosi saat di Tanah Suci.

"Dalam menjalankan ibadah haji, menjaga kesehatan adalah nomor satu. Bukan hanya kesehatan jasmani, tetapi juga kesehatan otak, kelelahan fisik, stres. Semua harus dijaga. Kalau tidak bisa, mudah emosi. Tolong dijaga," ujarnya.

Bila para calon jemaah haji mengalami kesulitan, Djarot mengimbau agar langsung menyampaikannya kepada panitia dan petugas yang mendampingi mereka selama di Tanah Suci.

Selain panitia khusus, sedikitnya ada lima petugas yang akan mendampingi para jemaah haji, yang terdiri dari satu Tenaga Pemandu Haji Indonesia (TPHI), satu TPIHI Tenaga Pemandu Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dan tiga tenaga kesehatan yang terdiri dari satu dokter dan dua paramedis.

"Saya berdoa, semua lancar dan sehat, sehingga bisa pulang ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, mantan anggota DPRD Jawa Timur ini mengimbau warga yang sudah pernah naik haji untuk memberi kesempatan bagi calon jemaah haji yang baru atau yang belum pernah naik haji.

Kuota haji saat ini tidak sebanding dengan peminat haji, sehingga diberlakukan sistem antrean. Akibatnya, waktu tunggu ibadah haji menjadi lama.

Djarot akan mengusulkan kepada Kementerian Agama, agar membuat kebijakan yang melarang seseorang menunaikan ibadah haji berkali-kali.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon