Menteri Marwan Siapkan Balai Pelatihan Pemberdayaan

Minggu, 30 Agustus 2015 | 02:41 WIB
FQ
B
Penulis: Firman Qusnulyakin | Editor: B1
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mendengarkan pertanyaan Kepala Desa terkait pengelolaan Dana Desa dalam acara Dialog
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Dana Desa, di Pendopo Kabupaten Nganjuk, Senin 3 Agustus 2015
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mendengarkan pertanyaan Kepala Desa terkait pengelolaan Dana Desa dalam acara Dialog Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Dana Desa, di Pendopo Kabupaten Nganjuk, Senin 3 Agustus 2015 (Beritasatu.com/Firman Yakin)

Denpasar - Masih kurang terlatihnya sumber daya manusia (SDM) masyarakat perdesaan untuk menggarap potensi desa mendorong Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengoptimalkan balai pelatihan pemberdayaan di beberapa kota di Indonesia.

Dana desa yang sudah dikucurkan pun bisa dimanfaatkan secara prioritas untuk meningkatkan ekonomi desa.

"Jangan sampai tujuan besar memperkuat ekonomi desa melalui program dana desa, menjadi sia-sia. Karena masyarakatnya tidak tahu memanfaatkannya. Seharusnya dana desa, justru menjadi pemicu bagi masyarakat untuk menjajaki dan mengelola potensinyan" ujar Menteri Marwan saat meninjau Balai Pelatihan Transmigrasi di Denpasar, Sabtu (29/8).

Makanya, kata dia, balai pelatihan harus dimaksimalkan fungsinya untuk pemberdayaan masyarakat. Sebelum dilatih, potensi desa akan disurvei, setelah itu baru diberi pelatihan yang sesuaikan dengan kebutuhan wilayahnya.

Dikatakan, balai pelatihan tersebut harus lebih dilengkapi sarana dan prasarana pendukungnya sehingga tidak hanya pelatihan masyarakat desa, tapi juga pelatihan bagi transmigrasi.

"Yang pelatihan transmigran sebelum diberangkatkan, itu yang juga sangat penting. Agar para transmigran mampu mengelola kawasan barunya," ujar Menteri Desa.

Menurut Marwan, potensi desa yang luar biasa tidak sebanding dengan kemampuan menggarap. Penyebabnya, masyarakat belum tahu apa yang harus dilakukannya. "Misalnya ada potensi pohon bambu. Bisa dijadikan banyak kerajinan kreatif yang dimanfaatkan, seperti ukiran, alat musik, anyaman, dan lainnya," ujarnya.

Kreatifitas kerajinan itu, kata menteri kelahiran Pati, Jawa Tengah ini, sangat terbuka peluang pasarnya. Apalagi di Bali yang merupakan kawasan wisata terlaris di Indonesia yang banyak dikunjungi dari mancanegara.

"Nah, dana desa itulah yang bisa menjadi modal utamanya. Namun harus dibarengi oleh SDM masyarakatnya. SDM kuat, dana desa tidak akan sia-sia dikucurkan," ujar Marwan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon