Menteri Desa : Wisata Desa Adat Harus Dipertahankan

Minggu, 30 Agustus 2015 | 15:32 WIB
FQ
B
Penulis: Firman Qusnulyakin | Editor: B1
Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar mengunjungi desa adat Panglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, Minggu (30/8).
Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar mengunjungi desa adat Panglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, Minggu (30/8). (Istimewa)

Denpasar - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengatakan, potensi wisata desa adat harus dipertahankan, dikembangkan, dan dilestarikan. Karena disitulah akan terlihat karakter masyarakat yang berbudaya.

"Tidak hanya itu, akan menarik wisatawan untuk mengunjungi dan dijadikan penelitian ilmiah berbasis budaya," ujarnya.

Hal itu dikemukakan Marwan disela kunjungannya ke desa adat Panglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, Minggu (30/8).

Desa adat tersebut merupakan salah satu objek wisata adat yang masih menjaga tradisi adat istiadat. Seperti, tidak diperbolehkan poligami.

Saat kunjungan, Menteri Marwan melihat langsung rumah-rumah didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Plt Bupati Bangli, Dewa Gede Mahendra.

"Harus dipertahankan terus tradisi budaya," ujarnya.

"Desa ini cukup menarik. Rumah-rumah masih sangat asri. Sejuk dan teduh. Hutan-hutan sekelilingnya masih sangat di jaga. Potensi kreatif masyarakat harus lebih digencarkan sebagai ikon bagi turis usai mengunjungi Bangli," kata Marwan.

Kementerian Desa, kata Menteri Marwan, sangat memperhatikan wisata-wisata desa seluruh Indonesia. Alasannya, sekarang sedang trend turis asing mendatangi wisata berbasis alamiah, budaya, dan juga kesenian yang ada di desa.

"Kita akan gencarkan promosi wisata desa ke nusantara dan dunia. Dan kita juga akan perkenalkan kegiatan kreatifitasnya," ujarnya.

Dikatakan Menteri Desa, kerap selalu mengingatkan agar pemerintah daerah lebih intensif menemukan potensi-potensi desa yang belum digarap oleh masyarakat desa. Pemerintah pusat sangat mendukung, apabila ada program-program yang menjadikan desa sebagai objek utama pembangunan. "Tapi ingat, pembangunan jangan sampai merugikan masyarakat," ujarnya.

"Bali atau juga Bangli, akan menjadi projek nasional potensi wisata desanya. Harus digali lagi, nanti kita verifikasi dan menyatukan program wisata desa daerah dengan pusat," ujar Menteri Desa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon