Asap Tetap Tebal, "Water Bombing" Gagal Padamkan Kebakaran Gambut di Jambi

Selasa, 1 September 2015 | 07:55 WIB
RS
B
Penulis: Radesman Saragih | Editor: B1
Pelayaran di Sungai Batanghari, Kota Jambi, hingga 1 September 2015, masih lumpuh akibat asap
Pelayaran di Sungai Batanghari, Kota Jambi, hingga 1 September 2015, masih lumpuh akibat asap (Radesman Saragih)

Jambi - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan dengan cara water bombing (menjatuhkan bom air) dari helikopter belum mampu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Jambi. Dua unit helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang dikerahkan gagal memadamkan kebakaran di kawasan hutan dan gambut Desa Betung, Kecamatan Kumpehilir, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi.

Kegagalan pemadaman melalui udara tersebut membuat asap tebal masih tetap menyelimuti wilayah Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi dan beberapa kabupaten lain hingga Selasa (1/9).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Arief Munandar menjelaskan, dua unit helikopter bantuan BNPB melakukan 13 kali pengeboman air di lokasi kebakaran hutan dan lahan gambut Desa Betung, Kecamatan Kumpehilir, Kabupaten Muarojambi, Senin (31/8).

"Sebanyak 13 kali bom air tersebut belum berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan gambut, karena lokasi kebakaran cukup luas," ujarnya di Jambi, Selasa (1/9).

Kawasan hutan dan lahan gambut yang terbakar di Desa Betung, Kecamatan Kumpehilir, Kabupaten Muarojambi, mencapai 1.000 hektare (ha). Sebagian kebakaran itu berada pada areal gambut perusahaan kelapa sawit PT BEP, PT RKK, PT MG, dan kawasan hak pengusahaan hutan (HPH). Kebakaran gambut tersebut berada di dalam tanah, sehingga menimbulkan asap tebal dan sulit padam.

"Pemadaman kebakaran hutan dan lahan gambut di Kumpehilir tersebut akan dilanjutkan Selasa (1/9). Pemadaman dilakukan melalui udara menggunakan water bombing dan melalui darat menggunakan mesin pompa air," katanya.

Menurut Arief, masih tebalnya asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Jambi bukan hanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Muarojambi. Asap juga berasal darikebakaran hutan dan lahan di beberapa kabupaten lain.

Kebakaran hutan dan lahan di Jambi hingga hari ini tersebar di 53 lokasi atau titik, yaitu di Kabupaten Tebo sebanyak 15 titik, Sarolangun (13 titik), Kabupaten Tanjugjabung Timur (11 titik) dan Muarojambi sebanyak 7 titik. Sedangkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Batanghari ada empat titik, Bungo dan Merangin, masing-masing satu titik.

Sementara itu, asap tebal yang menyelimuti Kota Jambi hingga hari ini menyebabkan jadwal penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi masih lumpuh. Asap tebal yang menyebabkan jarak pandang di Kota Jambi terbatas hanya 500 meter (m), Selasa pagi, dan menyebabkan pesawat tidak bisa mendarat di Bandara STS Jambi. Asap tebal juga menyebabkan pesawat pagi yang berangkat dari bandara tersebut tertunda sekitar setengah jam.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon