"Teman Ahok" Jaring Dukungan di Rusun Jatinegara Barat
Selasa, 1 September 2015 | 16:58 WIB
Jakarta - Tim relawan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menamakan diri 'Teman Ahok', kini mulai menjaring dukungan di rusun Jatinegara Barat, Jakarta Timur.
Seorang relawan 'Teman Ahok', M Harun (70) sengaja menyambangi rusun dengan membawa formulir dukungan untuk Ahok. Ia mengaku telah tiga kali datang ke rusun untuk menjaring dukungan.
Kendati demikian, Harun memilih menunggu di lantai dasar rusun ketimbang mendatangi secara langsung atau door to door pada warga.
"Di sini saja nunggu, kalau didatangi satu per satu belum tentu mau, apalagi warga habis kena gusur pasti ada saja yang menolak," ujar Harun, Selasa (1/9).
Menurutnya, para relawan Ahok ini menjaring dukungan dengan sukarela tanpa imbalan apapun. Ia menambahkan, gerakan 'Teman Ahok' ini juga dibentuk tanpa kemauan atau perintah Ahok.
Saat ini telah ada 40 posko 'Teman Ahok' yang tersebar di DKI Jakarta dan memiliki kantor pusat di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.
Harun menyebutkan, sejauh ini telah terkumpul 200 KTP dari target pengumpulan 1 juta KTP untuk maju ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.
Ia tak membantah ada sebagian dari relawan yang mengiming-imingi uang agar banyak warga yang bersedia memberikan KTP sebagai bentuk dukungan. "Ya itu juga inisiatif mereka sendiri supaya banyak yang dukung Ahok," jelasnya.
Sementara itu warga tower A rusun Jatinegara Barat, Nitia (29) mengaku bersedia mendukung Ahok untuk kembali maju pada Pilkada 2017. Meski telah digusur, ia tetap mendukung program kerja Ahok yang dinilainya positif.
"Mau-mau aja sih (dukung Ahok). Kita bersyukur saja, terima kasih sudah diberi tempat tinggal yang layak seperti di rusun ini," tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




