Penumpang Atap Dicegah, Laba Kereta Api Naik 10 Persen
Rabu, 8 Februari 2012 | 01:26 WIB
Penumpang yang menaiki atap kereta adalah penumpang yang tidak membayar.
Penerapan pengawasan penumpang di atap kereta yang dilakukan secara berkelanjutan berdampak positif pada peningkatan pendapatan stasiun di wilayah koordinator Daop 1E Stasiun Besar Bogor sebesar 10 persen.
"Setelah kita melakukan pengawasan rutin setiap minggu dua kali di wilayah ternyata terjadi peningkatan pendapatan di setiap stasiun perlintasan Daop 1E," kata Wakil Kepala Stasiun Besar Bogor, Enjang Syarif Budiman, di Bogor, Selasa.
Enjang mengatakan, Stasiun Besar Bogor selaku Koordinator Daop 1E melakukan pengawasan sacara rutin setiap minggu sebanyak dua kali yakni Senin dan Rabu.
Pengawasan yang dilakukan secara berpindah-pindah di tujuh stasiun yang ada di wilayah Daop 1E, yakni Stasiun Bogor, Stasiun Cilebut, Stasiun Citayam, Stasiun Bojonggede, Stasiun Depok, Stasiun Depok Baru dan Stasiun Pondok Cina.
"Setiap dilakukan pengawasan, lalu dilakukan evaluasi pengawasan. Kami mendapatkan laporan masing-masing stasiun mengalami peningkatan pendapatan sekitar 10 persen," kata Enjang.
Dengan peningkatan pendapatan ini, lanjut Enjang terbukti bahwa para penumpang yang menaiki atap kereta adalah penumpang yang tidak membayar.
Pengawasan tersebut dilakukan setiap pagi, melibatkan seluruh kepala stasiun Daop 1E dan anggota pengamanan PT KAI. Para petugas turun mengawasi para penumpang di kereta. Bagi yang kedapatan di atas atap akan diturunkan secara paksa dan diminta untuk membeli tiket.
Penerapan pengawasan penumpang di atap kereta yang dilakukan secara berkelanjutan berdampak positif pada peningkatan pendapatan stasiun di wilayah koordinator Daop 1E Stasiun Besar Bogor sebesar 10 persen.
"Setelah kita melakukan pengawasan rutin setiap minggu dua kali di wilayah ternyata terjadi peningkatan pendapatan di setiap stasiun perlintasan Daop 1E," kata Wakil Kepala Stasiun Besar Bogor, Enjang Syarif Budiman, di Bogor, Selasa.
Enjang mengatakan, Stasiun Besar Bogor selaku Koordinator Daop 1E melakukan pengawasan sacara rutin setiap minggu sebanyak dua kali yakni Senin dan Rabu.
Pengawasan yang dilakukan secara berpindah-pindah di tujuh stasiun yang ada di wilayah Daop 1E, yakni Stasiun Bogor, Stasiun Cilebut, Stasiun Citayam, Stasiun Bojonggede, Stasiun Depok, Stasiun Depok Baru dan Stasiun Pondok Cina.
"Setiap dilakukan pengawasan, lalu dilakukan evaluasi pengawasan. Kami mendapatkan laporan masing-masing stasiun mengalami peningkatan pendapatan sekitar 10 persen," kata Enjang.
Dengan peningkatan pendapatan ini, lanjut Enjang terbukti bahwa para penumpang yang menaiki atap kereta adalah penumpang yang tidak membayar.
Pengawasan tersebut dilakukan setiap pagi, melibatkan seluruh kepala stasiun Daop 1E dan anggota pengamanan PT KAI. Para petugas turun mengawasi para penumpang di kereta. Bagi yang kedapatan di atas atap akan diturunkan secara paksa dan diminta untuk membeli tiket.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




