Rudy: Penata Rambut Indonesia Masih Butuh Edukasi

Rabu, 8 Februari 2012 | 04:45 WIB
B
BA
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi penata rambut.
Ilustrasi penata rambut. (freedigitalphotos/healingdream)
Supaya bisa terus maju dan punya daya saing.

Meski bukan kebutuhan dasar untuk hidup, namun tampil cantik, termasuk dalam penataan rambut saat ini sudah menjadi perhatian kebanyakan masyarakat.

Tampil dengan rambut cantik bisa mendorong kepercayaan diri. Namun, rambut cantik butuh bantuan dari penata rambut yang bagus dan menguasai bidangnya.

Menurut ahli penataan rambut, Rudy Hadisuwarno, para penata rambut di Indonesia masih butuh memperbanyak edukasi.

Edukasi bagi penata rambut, menurut Rudy, adalah hal yang tak pernah bisa berhenti.

"Karena dunia penataan rambut erat kaitannya dengan tren, maka akan terus berganti, jadi edukasi apa yang baru bagi para penata rambut harus selalu ditingkatkan supaya tidak tergilas [oleh pesaing]," kata Rudy dalam jumpa pers Matrix Education Tour 2012 yang digelar di Liquid Exchange, Jakarta, Selasa (7/2).

Menurut Rudy, supaya bisa bersaing, penata rambut harus paham tiga hal; cutting, coloring, dan perawatan. Pemahaman terhadap ketiga hal tersebut harus seimbang, tidak bisa hanya kuat salah satu.

"Cutting bagus, tetapi pewarnaannya buruk, tentu akan terlihat buruk. Begitu juga jika pewarnaan bagus tetapi tidak dirawat, tentu terlihat buruk juga," jelasnya.

Ketika ditanyakan apa kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan oleh penata rambut, Rudy Hadisuwarno mengatakan ada dua hal;
1. Para penata rambut masih jarang mengedukasi para klien yang datang ke salonnya.
"Masih jarang memberi saran aftercare kepada klien. Misal, jarang memberitahu cara menjaga warna rambut yang habis diwarnai. Padahal butuh perawatan minimal sebulan sekali supaya warnanya tetap bagus, dan seterusnya," jelas Rudy kepada Beritasatu.com.

2. Kurangnya penguasaan materi mengenai produk dan cara pemakaian produk itu sendiri.

"Kebanyakan masih kurang baca cara pemakaian dan tak sedikit penata rambut yang otodidak, merasa tahu tetapi belum lengkap, terutama di kota-kota kecil yang pengetahuannya masih terbatas," jelas Rudy yang pada hari itu ditemani adiknya, Gunawan Hadisuwarno.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon