Menhan : Kualitas Alutsista Kita Rendah
Rabu, 2 September 2015 | 21:11 WIB
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purnawirawan) Ryamizard Ryacudu menginspeksi mendadak persenjataan di sejumlah kesatuan TNI di Jakarta, Rabu (2/9).
Tiga markas dikunjungi yakni Komando Pasukan Khusus TNI AD, Batalion Kaveleri 1/1 Kostrad, dan Batalion Infantri Mekanis 201/Jaya Yudha.
Ryacudu memantau kondisi dan kelayakan persenjataan di tiga kesatuan TNI AD yang berada di wilayah Jakarta Timur.
Usai sidak, Ryamizard mengemukakan kualitas alutsista yang dimiliki negara ini rendah. Hal itu karena barang yang dibeli adalah murah-murah.
"Seperti di Kopassus barang-barangnya murah-murah saja. Kita mampu bisa beli yang triliunan. Kenapa kita beli yang ratusan juta? Itu semua akan saya bantu semua. Kita sudah anggarkan," kata Ryamizard.
Dipandu salah satu prajurit, Letnan Satu Denny Sopyan, Ryacudu memantau kondisi dan kelayakan alutsista yang dimiliki Kopassus. Antara lain truk angkut prajurit Isuzu NPS 71 L, OMC Casspir MK3, Caterpillar 3126E, dan Suzuki DRZ-400.
Saat melihat bom trailer, salah satu prajurit Kopassus TNI AD mengatakan, terkadang persenjataan ada yang macet. Ryacudu menegaskan, "ngapain diperbaharui, langsung saja diganti."
Di Markas Komando Batalion Kaveleri 1/1 Kostrad, dia melihat tank 2A4 Leopard, tank FV101 Scorpion buatan Alvis Vehicle, Inggris, dan panser AMX-13 buatan Atelier de Construction d'Issy-les-Moulineaux, Prancis.
Dari sana dia meluncur ke Batalion Kaveleri 1/1 Kostrad untuk melihat tank dan panser yang tipenya sama dengan di kesatuan sebelumnya.
Diwacanakan Scorpion dan AMX-13 akan dihibahkan ke kesatuan yang lain, sehingga Batalion Kaveleri 1/1 Kostrad dipersenjatai 2A4 Leopard.
Di Batalion Infantri Mekanis 201/Jaya Yudha, Ryacudu melihat panser Anoa 6x6. Dalam panser itu ternyata tidak memiliki alat komunikasi (radio), sehingga Ryacudu merencanakan akan membeli alat komunikasi buatan dalam negeri.
Ryamizard mengaku harus mengecek keberadaan alutsista yang ada sebelum mengambil kebijakan untuk pembelian yang baru. Dengan mengetahui kondisi yang sesungguhnya baru diputuskan apakah membeli baru atau hanya memperbaiki. Kalau beli baru, apakah yang standar saja atau yang bagus sekalipun meski harganya mahal.
"Saya sebagai Menhan harus tahu sampai ke bawah-bawah. Siap apa tidak. Kalau di atas tuh sudah pada siap ya. Di bawah kan kita harus cek. Banyak kesulitan-kesulitan yang dihadapi," ujar.
Rencananya, besok Menhan akan kembali melakukan pengecekan alutsista di tubuh TNI yaitu di Marinir dan Paskhas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




