Program Tur Edukasi "Hairdresser" Diluncurkan
Rabu, 8 Februari 2012 | 08:30 WIB
Untuk berbagi ilmu dan kemajuan penata rambut di Indonesia.
Setelah menggelar program berbagi ilmu untuk penata rambut se-Asia pada tahun 2011, kini produk perawatan rambut Matrix dari L'Oreal kembali menggelar program edukasinya, namun dibuat berfokus di kawasan Indonesia.
"Setelah Matrix World Tour Asia Pacific 2011, kini Matrix menggelar Matrix Education Tour sebagai kelanjutannya," jelas Satria Bakti, Brand Manager Matrix Indonesia, saat peluncuran programnya di Liquid Exchange, Jakarta, Selasa (7/2).
Program ini ditujukan untuk membantu menyebarkan pendidikan khusus bagi penata rambut di 34 kota yang tersebar di Indonesia dan akan dimulai dari Februari-Juni 2012.
Dikatakan oleh salah satu brand ambassador Matrix, Rudy Hadisuwarno, Matrix Education Tour 2012 dibuat dengan edukasi seputar pengguntingan, pewarnaan rambut, dan tren 2012 yang diciptakan Rudy dan Gunawan Hadisuwarno, Individuality Dual Voltage.
"Bedanya dari tahun lalu, saat ini akan ada pengalaman yang bisa dilakukan oleh para penata rambut. Acaranya dibuka dengan demo cutting oleh saya atau Gunawan, lalu dilanjutkan dengan demo pewarnaan rambut oleh tim Matrix, setelahnya, para peserta akan diberi kesempatan mencoba. Lebih seperti workshop. Kalau tahun lalu sifatnya memberi informasi," jelas Rudy kepada Beritasatu.com usai konferensi pers.
Bentuk tur untuk berbagi informasi seperti ini dianggap perlu untuk kemajuan penataan rambut di seluruh Indonesia, karena menurut Rudy dan Gunawan, tren dan teknik perawatan serta penataan gaya rambut akan terus berubah dan berkembang. "Jika tak ingin tergilas [akibat persaingan], para penata rambut harus terus memperbarui informasi," jelas Rudy.
Dijelaskan oleh Rudy lagi, saat ini tantangan yang dihadapi adalah mencari cara supaya para penata rambut ini bisa dan mau belajar teknik serta cara-cara baru. "Tak sedikit penata rambut yang belajar otodidak. Cara menggunting rambut bisa dipelajari sendiri dan bisa berkait dengan bakat serta feeling. Tetapi saat berkenaan dengan zat kimia, itu perlu pengetahuan, pelatihan, dan kemauan untuk belajar. Karena salah sedikit bisa runyam, perbandingan-perbandingan zat kimianya harus pas. Saat ini kota-kota kecil masih terbatas informasinya," tutur Rudy.
Mengenai proses evaluasi, Rudy dan Matrix menyiapkan sebuah kompetisi bagi para penata gaya agar bisa menunjukkan kreasinya. Akan dilihat dari sana bagaimana kemajuan kemampuan para penata rambut ini setelah edukasi. Informasi lebih lanjut mengenai program ini bisa dilihat di www.matrixku.com.
Setelah menggelar program berbagi ilmu untuk penata rambut se-Asia pada tahun 2011, kini produk perawatan rambut Matrix dari L'Oreal kembali menggelar program edukasinya, namun dibuat berfokus di kawasan Indonesia.
"Setelah Matrix World Tour Asia Pacific 2011, kini Matrix menggelar Matrix Education Tour sebagai kelanjutannya," jelas Satria Bakti, Brand Manager Matrix Indonesia, saat peluncuran programnya di Liquid Exchange, Jakarta, Selasa (7/2).
Program ini ditujukan untuk membantu menyebarkan pendidikan khusus bagi penata rambut di 34 kota yang tersebar di Indonesia dan akan dimulai dari Februari-Juni 2012.
Dikatakan oleh salah satu brand ambassador Matrix, Rudy Hadisuwarno, Matrix Education Tour 2012 dibuat dengan edukasi seputar pengguntingan, pewarnaan rambut, dan tren 2012 yang diciptakan Rudy dan Gunawan Hadisuwarno, Individuality Dual Voltage.
"Bedanya dari tahun lalu, saat ini akan ada pengalaman yang bisa dilakukan oleh para penata rambut. Acaranya dibuka dengan demo cutting oleh saya atau Gunawan, lalu dilanjutkan dengan demo pewarnaan rambut oleh tim Matrix, setelahnya, para peserta akan diberi kesempatan mencoba. Lebih seperti workshop. Kalau tahun lalu sifatnya memberi informasi," jelas Rudy kepada Beritasatu.com usai konferensi pers.
Bentuk tur untuk berbagi informasi seperti ini dianggap perlu untuk kemajuan penataan rambut di seluruh Indonesia, karena menurut Rudy dan Gunawan, tren dan teknik perawatan serta penataan gaya rambut akan terus berubah dan berkembang. "Jika tak ingin tergilas [akibat persaingan], para penata rambut harus terus memperbarui informasi," jelas Rudy.
Dijelaskan oleh Rudy lagi, saat ini tantangan yang dihadapi adalah mencari cara supaya para penata rambut ini bisa dan mau belajar teknik serta cara-cara baru. "Tak sedikit penata rambut yang belajar otodidak. Cara menggunting rambut bisa dipelajari sendiri dan bisa berkait dengan bakat serta feeling. Tetapi saat berkenaan dengan zat kimia, itu perlu pengetahuan, pelatihan, dan kemauan untuk belajar. Karena salah sedikit bisa runyam, perbandingan-perbandingan zat kimianya harus pas. Saat ini kota-kota kecil masih terbatas informasinya," tutur Rudy.
Mengenai proses evaluasi, Rudy dan Matrix menyiapkan sebuah kompetisi bagi para penata gaya agar bisa menunjukkan kreasinya. Akan dilihat dari sana bagaimana kemajuan kemampuan para penata rambut ini setelah edukasi. Informasi lebih lanjut mengenai program ini bisa dilihat di www.matrixku.com.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




